Agresifnews. KAUBUN – Jalan pengubung antara Desa Mata Air dengan Desa Bukit Permata di Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur, saat ini dalam kondisi rusak parah dan hampir tidak bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Kondisi memprihantinkan ini sudah berlangsung hampir satu tahun. Namun hingga kini belum mendapatkan perhatian dan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Sebagai gantinya, warga selama satu tahun ini menggunakan akses jalan alternatif yakni dengan melalui jalur hauling perusahaan tambang batubara yang agak lebih baik kondisinya dibanding jalan penghubung utama.
“Selama ini kami menggunakan jalur hauling batubara, karena jalan utama rusak parah,” ujar Nano Susanto , S.Sos, tokoh pemuda Kaubun.
Namun penggunaan akses jalan alternatif ini, beresiko mengancam keselamatan, mengingat jalan hauling bukan untuk masyarakat umum namun untuk kendaraan berat pengangkut batubara.
Menurut Nano, kondisi infrastruktur yang sangat buruk di Kutai Timur ini sebenarnya sudah diketahui Bupati Kutai timur Ardiansyah Sulaiman. Bupati Ardiansyah mengutarakan pada saat Musrenbang Kecamatan Kaubun akan menganggarkan perbaikan infrastruktur sebanyak 50 persen dari APBD 2022 Kabupten Kutai Timur.
“Selaku masyarakat Kaubun, saya mengingatkan kembali Bupati Kutai Timur untuk merealisasikan janjinya untuk memperbaiki jalan penghubung antara Desa Mata Air dengan Desa Bukit Permata, ” tegas Nano.

Lebihlanjut, Nano berharap agar seluruh anggota DPRD Kutim Dapil Sangsaka untuk bisa mengingatkan pihak eksekutif agar permasalahan infrastruktur jalan penghubung antara Desa Mata Air dengan Desa Bukit Permata bisa teratasi.
Ia pun mengarapkan anggota DPRD Kutim bisa turun ke lapangan, melihat langsung kondisi infrastruktur didaerah Kaubun, dan mendengarkan langsung keluhan kesulitan warga dalam beraktifitas sehari-hari maupun menjalan roda perekonomian.
“Saya berharap tahun 2022 ini benar-benar dapat terealisasi, sesuai janji dan komitmen Bupati Kutai Timur kepada masyarakat Kaubun,” harapnya. (ew)







