PALANGKA RAYA – Dalam Borneo Forum Ke-5 Tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh Provinsi penghasil kelapa sawit di Kalimantan, Gubernur Kaltim, Isran Noor mengakui tanaman kelapa sawit sangat besar kontribusinya bagi perekonomian dan pendapatan negara, termasuk Pendapatan bagi Provinsi Kaltim.
“Bahkan perkebunan kelapa sawit mampu mensejahterakan jutaan orang. Bayangkan, ada 17 juta orang yang bekerja di industri kelapa sawit,” ujar Isran Noor dalam “Talkshow Perimbangan Anggaran Daerah untuk Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit dan Turunannya,” di Hotel Swiss Bell Danum, Palangkaraya, Rabu (24/8/2022).
Dalam rilis yang diterima redaksi, dijelaskan Gubernur Kaltim tersebut ada 17 juta orang yang bekerja secara langsung dan diperkirakan ada sekitar 85 juta orang hidup di industri kelapa sawit tersebut.
Acara yang digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Ballroom Kahayan Swiss Belhotel Danum Palangka Raya, Kalimantan Tengah ini secara khusus dihadiri para kepala daerah dan gubernur di Kalimantan.
Selain itu turut dihadiri Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Dr Musdhalifah Machmud, Sekjen Gapki Pusat Eddy Martono dan Presiden Borneo Forum Muhammadsjah Djafar, orang nomor satu Benua Etam ini kembali menegaskan kelapa sawit tetap harus memberikan kontribusi nyata bagi keuangan daerah untuk mendukung pembangunan.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah pusat memberlakukan dana bagi hasil (DBH) yang selisih nilainya pada 2020 hingga 2022 sebesar Rp 40 triliun. Khusus untuk sawit tegas Isran, hanya ada sekitar Rp 3,4 triliun yang akan dibagikan kepada daerah-daerah penghasil kelapa sawit.

“Nilai itu sangat kecil. Uang yang katanya DBH sebesar Rp 3,4 triliun itu kecil dan tidak ada apa-apanya kalau harus dibagi-bagi ke daerah penghasil. Itu yang harus kita perjuangkan. DBH kelapa sawit yang pantas untuk daerah penghasil agar kita bisa membangun daerah,” ujar Isran Noor.
Dihadapan 250 peserta Borneo Forum ke-5 Tahun 2022 dari seluruh daerah di Kalimantan, dikatakannya jika komoditi kelapa sawit masih menjadi isu menarik untuk terus dibahas sebagai sumber keuangan daerah.
Senada dengan Gubernur Kaltim, Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran meminta perusahaan kelapa sawit agar lebih peduli dan memperhatikan kondisi warga sekitar perkebunan dan perusahaan mereka.
“Bagaimana kita menyelesaikan masalah perusahaan dengan masyarakat bisa tuntas, sehingga ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud,” harap Sugianto Sabran.
Borneo Forum digelar selama tiga hari (23-25 Agustus) mengangkat tema “Menuju Industri Sawit Borneo Lebih Berkelanjutan” yang saat pembukaan diisi sambutan singkat Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto secara virtual.(yan/adv/kominfokaltim)







