SEPAKU – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Riza Indra Riyadi turut hadir saat pembukaan Pelatihan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) untuk Penyiapan Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, yang berlangsung pada Sabtu (27/8/2022).
Acara yang dibuka oleh Wakil Otorita IKN, Dhony Rahajoe didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Yudha Mediawan.
Riza mengatakan pelatihan kerja dan sertifikasi seperti ini harus semakin banyak agar kualitas maupun kapasitas angkatan kerja kita sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan.
“Industri jasa konstruksi memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan di Indonesia karena mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Oleh karenanya, ujar Riza, regulasi harus diatur sebaik mungkin demi tercapainya penyelenggaraan konstruksi yang baik dan berdaya saing Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin gencar.
“Provinsi Kaltim sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara. Namun dalam mendukung pembangunannya belum dapat diimbangi dengan jumlah badan usaha jasa konstruksi yang memadai,” ujarnya.
Dijelaskannya, jumlah tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat baik ahli maupun trampil masih ada kesenjangan atau masih kurang. Jumlah penduduk Kaltim tahun 2021 berjumlah 3,8 juta jiwa dan data dari BPS sampai tahun 2021 tenaga kerja dari sektor konstruksi berjumlah 99. 963 orang.
“Tenaga kerja di Kaltim didominasi oleh tingkat SD dan SMP sedangkan yang memiliki sertifikat baru berjumlah 34,257 orang. jadi masih ada selisih 65,64 persen atau 65.436 orang yang belum bersertifikat,” jelasnya
Pemerintah provinsi berharap kepada pemerintah pusat dapat memberikan dukungan dan kebijakan agar selisih tersebut 65,64 persen ini bisa dicarikan solusinya. Mengingat pemerintah provinsi terkendala peraturan perundang-undangan yang hanya bisa melaksanakan sertifikasi. Sedangkan untuk tenaga terampil nya dilaksanakan oleh kabupaten kota yang terkendala masalah anggaran
“Saya yakin kegiatan ini dapat menyiapkan masyarakat jasa konstruksi Kaltim serta kebijakan nasional dalam penyelenggaraan Ibu Kota Nusantara. Kesiapan kita sebagai Ibu Kota Nusantara, dan sebagai daerah penyangga ibu kota dan lebih berperan aktif, tidak hanya jadi penonton saja di dalam pelaksanaan pembangunannya,” ujar Riza.
Acara pelatihan tahap pertama ini diikuti sekitar 1.535 orang pekerja, dari jumlah keseluruhan sebanyak 9.300 orang hingga Desember tahun ini. Pembukaan pelatihan ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemasangan atribut pekerja konstruksi. Selain hadir secara langsung, ada juga pelatihan serupa dari Kota Makassar dan Surabaya.(yan/adv/kominfokaltim)







