SAMARINDA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, walaupun jarak Kota Samarinda dengan Kabupaten Kutai Kartanegara sangat dekat, namun belum ada jalinan kerjasama dengan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara untuk menjaring koleksi buku-buku sejarah yang dimiliki Kesultanan ini.
“Sebenarnya kita sangat dekat jika ke Kutai Kartanegara, tapi kami belum ada kerjasama dengan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk koleksi buku-buku dari sana, ” katanya.
Tetapi, lanjut HM Syafranuddin, pihaknya telah merencanakan akan menjalin silaturahmi kepada pihak Kesultanan Kutai Kartanegara. Karena bagaimanapun, Dinas Perpustakaan Daerah dituntut untuk memilih koleksi buku-buku yang lengkap, termasuk dengan buku-buku dari koleksi yang dimiliki oleh Kesultanan Kutai Kartanegara.
“Kami sudah merencanakan untuk dapat bersilaturahmi dengan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara. Tentunya juga dengan Kesultanan lainnya yang ada di Kaltim, ” terangnya.

HM Syafranuddin melanjutkan, pihaknya memerlukan koleksi buku-buku mengenai sejarah seluruh kerajaan yang ada di Kaltim.
Untuk itu, komunikasi dan kerjasama terus dibangun kepada pihak-pihak kesultanan yang ada di Kaltim.
“Ya, kami akan segera berkomunikasi dengan kesultanan yang ada di Kaltim. Saya mendapatkan informasi dari staf kami, bahwa sudah ada permohonan kerjasama yang mendapatkan persetujuan dari dua kesultanan, yaitu Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung dari Kabupaten Berau. Alhamdulillah dua kesultanan ini memberikan respon yang baik, untuk kami bisa mengakses dokumen atau buku koleksi sejarah yang dimiliki oleh kesultanan ini,” tutupnya.(adv37/dpk/eha)







