SANGATTA – Program Studi (Prodi) Agroteknologi – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur menggelar seminar petani milenial menghadirkan pembicara seorang petani milenial Muhammad Zainal, S.P sebagai pembicara di Kampus Stiper Jalan Soekarno Hatta Sangatta, Jumat (3/3/2023).
Muhammad Zainal seorang petani milenial, kelahiran Sangkulirang 11 September 1991. Ia adalah salah satu dari ratusan lulusan STIPER Kutai Timur yang memilih pekerjaan sesuai dengan Ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah yaitu jadi petani.
Petani Milenial ini menuturkan, kemajuan pertanian salah satunya ditopang oleh jumlah petani, dalam artian menumbuhkan minat agar kalangan pemuda khususnya para sarjana pertanian agar mau berkecimpung di sektor pertanian, dan memberikan akses permodalan bagi petani, serta jaminan bagi petani seperti asuransi gagal panen.
“Semakin banyak petani maka sektor pertanian akan semakin menggeliat. Sehingga solusi yang paling efektif adalah meregenerasi petani di Indonesia,” ujarnya

Disebutkan Zainal, setiap tahunnya ada 34 ribu lulusan sarjana pertanian di Indonesia. Jumlah ini tentu merupakan peluang dan modal yang sangat besar untuk pertanian Indonesia. Peluang dan modal inilah yang akan menjadi sebuah keuntungan hanya jika pemerintah bisa menggerakkan dan mengelolanya dengan serius.
“Pemerintah harus memberikan insentif melalui kebijakan pemerintah yang bersifat membantu dan mempermudah akses,” tuturnya.
Salah satu optimisme itu terlihat pada keberhasilan pemerintah, menerapkan teknologi pertanian seperti water management, mekanisasi alat pertanian, hingga terciptanya banyak aplikasi pertanian yang memudahkan kerja petani.
Selain itu aplikasi pertanian dapat menekan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan produktivitas, digitalisasi menjadi upaya yang menarik bagi pemuda Indonesia untuk bertani.
“Saya berharap keikutsertaan generasi milenial untuk ambil alih dalam perkembangan teknologi pertanian, sehingga mampu menjawab masalah regenerasi pertanian menuju pertanian masa kini yang bergengsi dengan teknologi,” harapnya
Kisah petani milenial Zainal mematahkan pandangan masyarakat akan masa depan seorang petani yang suram tidak benar adanya. Pandangan petani dari yang selama ini diidentikkan dengan tua, miskin, pekerjaan kotor, kurang berpenghasilan, dan lainnya bisa berubah menjadi petani muda, keren, menguntungkan, kekinian, dan tentunya kaya.(wm1)







