AgresifNews.co
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
AgresifNews.co
No Result
View All Result

Apa Itu Kejuaraan SAEBF & ABCC?

Oleh: Bert Toar Polii

by Redaksi
November 12, 2023
in Olahraga
0
Bagikan

Kejuaraan SEABF keenam yang akan digelar di York Hotel, Singapura pada tanggal 11-15 Desember 2023 membuat banyak pecinta olahraga bridge di Indonesia kebingungan.

‘Turnamen apa ini?’ adalah pertanyaan yang sering muncul seiring dengan apakah Southeast Asia Bridge Club Championships (ABCC) yang sudah sangat populer itu sudah tidak ada lagi. Namun menurut Presiden South East Asia Bridge Federation (SEABF) Bambang Hartono, ABCC sudah berlangsung puluhan tahun yang merupakan inisiatif Indonesia yang dipimpin oleh mendiang Amran Zamzami sehingga Piala utama yang diperebutkan adalah Piala Presiden Indonesia tetap ada.

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat apa itu SEABF. SEABF atau South East Asia Bridge Federation juga merupakan gagasan anak Indonesia yang dimunculkan pada Asean Bridge Club Championships yang berlangsung di Bangkok pada tahun 2015. Berdirinya SEABF terinspirasi setelah Indonesia berhasil mengoalkan bridge dipertandingkan pada SEA Games 2011 di Indonesia. Apalagi bridge juga sudah menjadi cabang olah raga kategori 3 dimana jika tuan rumah menghendaki, bridge bisa dipertandingkan di SEA Games.

Ide tersebut disambut baik ketika Presiden Federasi Jembatan Asia Pasifik, Kunying Esther Soponpanich ikut merestui dan bahkan bersedia menjadi Wakil Presiden. Saat itu berdirilah South East Asia Bridge Federation dengan Presidennya M. Bambang Hartono dan Sekretaris Kehormatan yang juga berasal dari Indonesia, Handojo Susanto dan bendaharanya adalah Chua Gang dari Singapura. Saat itu juga ditentukan Kejuaraan SEABF pertama akan diadakan pada tahun 2016 di Singapura dengan format pertandingan yang sama persis dengan ABCC yang kita kenal selama ini.

Kesimpulannya, SEABF Championships merupakan perwujudan dari ABCC yang selama ini kita kenal, hanya saja namanya berbeda. Jumlah hari, pertandingan dan lainnya sama persis. Setelah penjelasan di atas muncul pertanyaan kenapa sekarang ada 7 hari kompetisi dan kenapa ada pertandingan antar negara.

Izinkan saya menjelaskan lebih lanjut. Penulis yang kebetulan diundang untuk mengikuti SEABF Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2016 di 1st SEABF Championships di York Hotel, Singapura, kemudian diputuskan bahwa mulai tahun 2017 dan seterusnya akan ada penambahan dua hari setelah jadwal biasanya 5 hari dengan Negara-negara Asia Tenggara sebagai peserta turnamen yang pesertanya sesuai dengan persyaratan SEA Games. Jumlah pertandingan diserahkan kepada tuan rumah untuk ditentukan.

Sekadar mengingatkan, jadwal standar 5 hari adalah:

  • Hari Pertama : Upacara Pembukaan dan Terbuka Pasangan
  • Dau Kedua : Beregu Campuran
  • Hari Ketiga & Keempat : Babak Kualifikasi Tim
  • Hari Kelima : Final dan Penghiburan Tim Swiss.

Semoga dengan penjelasan diatas tidak ada lagi kebingungan mengenai Kejuaraan ABCC dan SEABF.

Sayangnya penambahan waktu dua hari tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Akhirnya pada tahun 2022 saat ABCC &SEABF diselenggarakan oleh Thailand maka diputuskan format pertandingan dan waktunya tetap tapi nanti akan ada dua juara. Juara SEABF yang hanya boleh diikuti oleh pemain dari Negara anggota SEABF yang memenuhi syarat kewarganegaraan untuk mewakili Negara. Sementara untuk ABCC bersifat lebih terbuka dimana pemain yang sudah terdaftar sebagai anggota club di Negara Asean boleh ikut berpartisipasi.

Karena ABCC juga bersifat terbuka maka ada hadiah khusus untuk peserta non Asean country. (*)


Bagikan
Previous Post

Era Transformasi Digital, Tantangan Bagi Public Relations Institusi Kejaksaan

Next Post

Hari Pahlawan, Kebangkitan Literasi menuju Bangsa yang Literat, Bermartabat dan Berkarakter

Next Post
Kasrani Latief - Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Paser

Hari Pahlawan, Kebangkitan Literasi menuju Bangsa yang Literat, Bermartabat dan Berkarakter

Kasrani Latief - Kabag Fasilitasi Pengawasan dan Penganggaran Sekretariat DPRD Kab. Paser

Momentum Hari Pahlawan, Perkuat Perjuangan Mewujudkan Indonesia EMAS

  • Redaksi
  • Info Produk
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved