AgresifNews.co
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
AgresifNews.co
No Result
View All Result

Guntur Anggota DPRD Kaltim: Kaltim Tidak Terdampak Isu Pengurangan Impor Batu Bara China-India

by Redaksi
July 10, 2025
in DPRD Kaltim
0
Guntur - anggota Komisi II DPRD Kaltim

Guntur - anggota Komisi II DPRD Kaltim

Bagikan

Samarinda – Kaltim menghadapi isu pengurangan impor batu bara oleh China dan India, dua negara pengimpor terbesar batu bara Indonesia. Namun, menurut Guntur, anggota Komisi II DPRD Kaltim, dampak langsung terhadap Kalimantan Timur dinilai tidak signifikan.

Ia menyatakan bahwa batu bara bukanlah hak eksklusif Kaltim sehingga pengurangan impor oleh China dan India tidak akan berdampak langsung pada provinsi tersebut.

“Batu baru itu bukan hak Kaltim. Tidak ada imbas kepada kita,” ujarnya di Kantor DPRD Kaltim, Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, efek yang paling terasa hanya pada Dana Bagi Hasil (DBH), sementara sektor yang langsung menyentuh Kaltim adalah pajak alat berat.

“Imbas ke kita itu cuma di DBH saja. Yang menyentuh ke kita langsung hanya dari sektor pajak alat berat,” jelasnya.

Menurut analisis data dari perusahaan Analitik Kpler, total pengiriman batu bara Indonesia mengalami penurunan 12% menjadi 187 juta ton selama periode Januari hingga Mei.

Secara detailnya dijelaskan, bahwa volume batu bara yang diimpor oleh Cina mengalami penurunan hampir 10% menjadi 137,4 juta ton dalam lima bulan pertama tahun ini, sedangkan India mengalami penurunan lebih dari 5% menjadi 74 juta ton.

Ekspor dari Indonesia paling terpengaruh, dengan pengiriman ke Cina dan India masing-masing berkurang 12,3% dan 14,3%.

Anggota DPRD Kaltim ini pun mengupayakan untuk antisipasi kondisi pasar, pihaknya tengah gencar mendata semua perusahaan yang beroperasi di Kaltim.

“Kita lagi gencar mendata sedetail mungkin semua perusahaan. Sementara ini penerimaan pajak alat berat itu kecil. Harapan kita bisa meningkat,” tambahnya.

Ia juga menghitung sejumlah perusahaan di Kaltim yang mencapai sekitar 800, dan memperkirakan potensi penerimaan pajak alat berat jika setiap perusahaan memiliki beberapa alat berat.

“Bayangkan saja, Kaltim ada sekitar 800 perusahaan. Nggak usah semua, kalau 5 alat berat dikali 800 saja sudah berapa,” katanya.

Banyak sekali faktor-faktor yang menjadi sebab penurunan impor batu bara Indonesia.

Pergeseran ke batu bara berkualitas yang lebih tinggi menjadikan Cina dan India mulai mencari batu bara dengan nilai kalori (CV) yang lebih tinggi, yang menghasilkan lebih banyak energi per ton, meskipun harganya lebih mahal.

Disisi lain, peningkatan pasokan batu bara domestik di India, yang membuat mereka mengurangi ketergantungan mereka pada impor.

Namun demikian dengan melihat kondisi ini, ia berharap agar tidak terjadi dampak negatif terutama bagi tenaga kerja di sektor batu bara dan berharap jangan sampai tenaga kerja dirumahkan.

“Kita berharap imbas negatifnya tidak terjadi. Khususnya bagi tenaga kerja. Jangan sampai ada yang di rumahkan karena kondisi pasar,” ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa penggunaan batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kaltim mulai mengalami perubahan.

“Kita juga banyak menggunakan teknik batu bara untuk PLTU. Sekarang sudah banyak yang tidak pakai diesel, tapi beralih ke gas dan batu bara,” jelasnya.

Isu pengurangan impor batu bara oleh China dan India memang menjadi perhatian nasional, namun pernyataan ini menunjukkan optimisme bahwa Kaltim dapat melewati tantangan tersebut dengan dampak minimal. (adv-DPRD Kaltim/Salim).


Bagikan
Previous Post

Subandi: Pipanisasi Mahakam Solusi Strategis Atasi Krisis Air Bersih

Next Post

DPRD Kaltim Desak Penambahan Sekolah Negeri di Kutai Timur

Next Post
Rapat konsultasi bersama Komisi C dan D DPRD Kutim, Kamis (10/7/2025), di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda.

DPRD Kaltim Desak Penambahan Sekolah Negeri di Kutai Timur

H Agus Aras SM MAP - Anggota DPRD Kaltim dapil Berau Kutim, Bontang

Ratusan Siswa Tak Terakomodir di Kutim, Anggota DPRD Kaltim Agus Aras Desak Penyelesaian Lahan Sekolah

  • Redaksi
  • Info Produk
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved