Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengungkapkan kekhawatirannya atas harga seragam sekolah yang dijual melalui koperasi di beberapa sekolah di wilayah Kalimantan Timur. Menurutnya, harga seragam tersebut mencapai Rp1 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan harga seragam serupa yang dapat ditemukan di toko luar yang hanya berkisar Rp700 ribu.
Dia pun menyatakan bahwa kondisi ini patut mendapat perhatian serius karena dikhawatirkan membebani orang tua siswa tanpa adanya alasan yang jelas. Dia menekankan pentingnya kajian mendalam terhadap harga yang ditetapkan koperasi sekolah.
“Kalau seragam di koperasi bisa sampai Rp1 juta sementara di toko luar hanya Rp700 ribu, tentu ini perlu dikaji. Jangan sampai orang tua dipaksa membeli hanya karena itu ‘aturan tak tertulis’ di sekolah,” ujarnya di Kantor DPRD Kaltim, Senin (28/7/2025).
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar pihak sekolah dan pengelola koperasi memberikan penjelasan yang transparan soal harga yang lebih tinggi tersebut. Dia menyesalkan jika pihak koperasi hanya memberikan alasan seperti “kualitas bagus” tanpa adanya bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau memang harganya tinggi, harus ada penjelasan yang transparan. Jangan hanya dilempar alasan ‘kualitas bagus’ tanpa bukti,” katanya.
Menurutnya, perbedaan harga bisa diterima apabila ada kejelasan mengenai bahan dan keawetan yang memang unggul. Namun, ia menegaskan, harus ada komunikasi terbuka dengan orang tua agar tidak terjadi kecurigaan dan beban yang tidak perlu.
“Kalau bahannya memang lebih bagus dan tahan lama, tentu harga bisa berbeda. Tapi itu harus dikomunikasikan secara terbuka, jangan diam-diam lalu ujung-ujungnya membebani,” tuturnya.
Ia pun juga mengimbau agar orang tua tidak langsung marah atau curiga saat menemukan harga seragam yang lebih murah di luar koperasi sekolah. Dia menyarankan orang tua untuk menyampaikan hal tersebut ke pihak sekolah sebagai bahan evaluasi.
Dia menambahkan bahwa DPRD Kaltim siap memfasilitasi dialog antara sekolah, koperasi, dan orang tua siswa untuk membahas persoalan seragam dan mencari solusi bersama.
“Jangan langsung marah atau curiga. Jika menemukan harga seragam yang lebih murah di luar, sampaikan ke pihak sekolah. Bisa jadi bahan pertimbangan agar ada kebijakan yang lebih adil,” jelasnya. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







