BONTANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI H. Abdul Kholiq meminta pihak penegak hukum untuk segera mengambil tindakan kepada pimpinan pondok pesantren di Bontang yang diduga telah melakukan pelecehan kepada santrinya.
“Tindakan terhadap pelaku pelecehan di ponpes maka pelaku kami serahkan ke pihak yang berwenang,” ucap Abdul Kholiq melalui pesan WhatsApp, Minggu, 3 Desember 2023.
Kakanwil Kemenag tidak akan menutup Pondok Pesantrennya, tetapi akan melakukan pembinaan secara intensif untuk kelembagaan pondok pesantrennya. “Kemenag tidak akan menutup lembaganya karena itu perlakuan oknum yg bersalah. Lembaga ponpesnya akan kami lakukan pembinaan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” tekan Abdul Kholiq.
Disampaikan Kholiq lembaga pondok pesantren yang ada di kabupaten/kota pembinaannya di bawah Kemenag Kabupaten/Kota, dan juga kemenag provinsi. “Untuk tanggung jawab pembinaan tidak hanya di kabupaten/kota tapi kemenag keseluruhan, termasuk provinsi,” terang Kholiq.
Sebagai upaya agar para pengelola dan pengasuh pondok pesantren berada dijalan yang lurus dalam pengelolaan Pondok Pesantren maupun Proses belajar mengajarnya, pihak Kemenag beberapa kali melakukan pemanggilan pimpinan pondok pesantren dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas ponpes.
Sebelumnya diungkap tersebarnya kasus pelecehan seksual di lingkungan pondok yang diduga dilakukan oleh pimpinan pondok tersebut dengan modus setor hafalan Al-Qur’an. Korban pun diketahui telah melapor ke kepolisian.
Selain itu, pimpinan pondok tersebut disebutkan naik menjadi Calon Legislatif Dapil 1 Bontang Selatan. Tak terima hal tersebut, keluarga korban mengangkat kasus tersebut ke media. Namun, pimpinan pondok tersebut membantah tudingan yang dilayangkan. (nur sa’adah)







