SAMARINDA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kaltim mengadakan Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kaltim bagi Aparatur Sipil Negara, Tahun 2022 dengan tema “Menuju Kalimantan Timur Sebagai Barometer Demokrasi Nasional” yang berlangsung di ballroom Hotel Mercure Samarinda, Kamis (17/3/2022).
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kaltim, Deni Sutrisno saat membuka sosialisasi tersebut mengatakan Indeks Demokrasi Indonesia di Kalimantan Timur pada tahun 2020 berada di posisi ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
“Ini menunjukkan kehidupan berdemokrasi di Kalimantan Timur berjalan dengan baik. Apalagi Kaltim telah ditunjuk sebagai Ibu Kota Nusantara, maka indeks kebebasan demokrasi ini layak menjadi barometer nasional,” ujarnya, Kamis (17/3/2022).

Menurutnya, terbangunnya kehidupan berdemokrasi dan berpolitik bagi ASN menjelang perhelatan Pemilu 2024, telah disusun suatu alat ukur demokrasi untuk membaca capaian dan menyusun program perencanaan dalam pembangunan politik.
Dikatakannya, tahun 2022 diperkirakan akan terjadi peningkatan suhu politik. Bahkan untuk pesta demokrasi yang jatuh pada tahun 2024 telah ramai dibicarakan sejak sejak pertengahan tahun 2021.
“Implikasinya publik atau masyarakat akan disuguhi berbagai manuver elite dan partai politik hingga awal tahun 2024 yang akan dilaksanakan Pemilu Serentak dan bersamaan. Media sosial diperkirakan akan menjadi ajang perdebatan yang paling ramai,” ujarnya.
Dijelaskan Deni, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Sebagai alat ukur, IDI berhadapan dengan persoalan metodologis yang pada akhirnya terhubung dengan soal representasi situasi praktis demokrasi di daerah-daerah.
Peningkatan kesadaran berdemokrasi masyarakat yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagai upaya, diantaranya melalui pendidikan kewarganegaraan.
“Melalui pendidikan kewarganegaraan, diharapkan warga negara menjadi lebih demokratis berkeadaban dan bertanggung jawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan Negara,” ujar Deni.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan, mewakili Kepala Badan Kesbangpol Kaltim menjelaskan tujuan penyelenggaraan sosialisasi INI ini adalah meningkatkan partisipasi politik ASN dalam kehidupan berdemokrasi di Kalimantan Timur khususnya Pemilu Serentak 2024 mendatang.
Selain itu, lanjut Firdaus, sosialisasi upaya untuk mendorong kinerja demokrasi di Provinsi Kaltim sebagai instrumen untuk perencanaan pembangunan di bidang politik di daerah.
“IDI merupakan indikator yang tidak hanya melihat gambaran demokrasi yang berasal dari sisi kinerja pemerintah atau birokrasi saja, namun juga melihat perkembangan demokrasi dari aspek peran masyarakat, lembaga legislatif, partai politik, lembaga peradilan dan penegak hukum,” paparnya.(yan)







