Samarinda – Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur (ISBI Kaltim) kembali menawarkan peluang bagi anak-anak daerah yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan tinggi dalam bidang seni dan budaya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Dasmiah, menuturkan bahwa akan segera meluncurkan terkait program kuliah seni tanpa biaya. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan seni yang lebih luas dan terjangkau bagi generasi muda di daerah tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa tahun ini Kesra membuka total 125 kuota mahasiswa baru untuk empat program studi seni yang berbeda. Kuota tersebut terbagi menjadi 35 mahasiswa untuk Program Studi Tari, 25 untuk Etnomusikologi, 25 untuk Kriya, dan 40 mahasiswa untuk Program Studi Film dan Televisi.
“Tahun ini kami membuka total 125 kuota untuk empat program studi, yang terbagi atas 35 mahasiswa untuk Prodi Tari, 25 untuk Etnomusikologi, 25 untuk Kriya, dan 40 mahasiswa untuk Program Studi Film dan Televisi,” ungkapnya saat ditemui di kantor Gubernur Kaltim, Selasa (2/7/2025).
Perlu juga diketahui, bahwasanya ISBI Kaltim merupakan sebuah lembaga pendidikan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kaltim yang berdiri pada tahun 2012 bersamaan dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Setelah mengalami masa vakum yang cukup lama, kampus ini kembali beroperasi dan terus melakukan perbaikan, termasuk menjalin kerjasama afirmasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Ia juga menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama afirmasi yang dirancang sebagai kebijakan khusus dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Kebijakan ini memberikan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang ingin menekuni bidang seni budaya, sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.
“Kerja sama afirmasi ini merupakan bentuk kebijakan khusus yang memungkinkan mahasiswa memperoleh keringanan biaya pendidikan, sejalan dengan kebutuhan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di sektor seni budaya,” jelasnya.
Selain itu, dia menyampaikan bahwa pembangunan fisik kampus untuk mendukung program ini sudah dijadwalkan akan dimulai pada tahun depan. Pembangunan tersebut akan dibiayai langsung oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi, sehingga diharapkan fasilitas pendidikan seni di Kaltim dapat semakin memadai.
ISBI Kaltim juga akan menyediakan akomodasi life kost bagi para mahasiswa. Bantuan untuk biaya tempat tinggal ini akan ditanggung oleh pemerintah, khususnya bagi siswa yang kurang mampu. Dan Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah merencanakan bantuan beasiswa yang akan diberikan mulai tahun kedua perkuliahan.
Dan pada saat ini, ISBI Kaltim masih berlokasi di area Komplek Museum Mulawarman, Tenggarong. Dan rencanaya pemerintah akan menyediakan lahan seluas 30 hektare di Tenggarong Seberang sebagai lokasi untuk dibangunnya kampus baru.
“Pembangunan fisik kampus dijadwalkan dimulai tahun depan dan akan dibiayai langsung oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi,” jelasnya.
Kesra Kaltim berharap program ini dapat mendorong minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan bakat dan keterampilan di bidang seni. Dengan demikian, seni budaya lokal dapat terus dilestarikan dan berkembang secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk pendidikan semata, tetapi juga sebagai upaya strategis pemerintah dalam memperkuat identitas budaya Kaltim melalui pendidikan seni yang berkualitas dan terjangkau.
Ke depan, Kesra Kaltim berencana untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas program pendidikan seni, termasuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak demi mewujudkan pendidikan seni yang inklusif dan berdaya saing. (Slm/ADV/Diskominfo)







