AgresifNews.co
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
AgresifNews.co
No Result
View All Result

Minat Baca di Paser Semakin Meningkat

by Redaksi
November 20, 2023
in Pemprov Kaltim
0
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Paser, Yusuf Sumako

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Paser, Yusuf Sumako

Bagikan

TANAH GROGOT – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Paser, Yusuf Sumako mengatakan, hasil survei terakhir yakni tahun 2022 minat baca masyarakat Paser di angka 60 persen.

Ia menilai angka tersebut  terhitung meningkat dibanding survei tahun sebelumnya. Ia mengatakan bahwa hal itu tidak terlepas dari upaya Diskarpus Paser dalam mempromosikan budaya baca hingga ke tingkat desa. Selain itu pihaknya juga berupaya melakukan inovasi dengan membuat aplikasi perpustakaan online. Sehingga, masyarakat bisa dengan mudah mengakses buku perpus tanpa harus ke luar rumah.

“Secara nasional minat baca kita sangat rendah, untuk kabupaten Paser masih lumayan sekitar 60 persen minat baca masyarakat Paser. Dulu rendah banget kita. Kami mempromosikan ini sampai ke perpustakaan desa, sekolah SD SMP lumayan itu signifikan kenaikannya,” ujar Yusuf, Senin (20/11/2023)

Menurutnya, kendala terbesar dalam meningkatkan minat baca masyarakat adalah minimnya infrastruktur. Sebagai contoh, meskipun ada Perpustakaan di desa, masyarakat masih terkendala dengan akses jalan yang kurang memadai. Begitupun pada tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Karena infrastruktur kita tidak memadai. Misalnya  kalau pun ada Perpustakaan di desa, jalan dari rumah sulit di desa. Kemudian dari kecamatan ke kabupaten juga susah, sementara perpustakaan kita ini terbatas,” ujarnya.

Di samping itu, era digitalisasi tampaknya juga menjadi salah satu kendala. Dengan adanya Handphone, keberadaan buku menjadi kurang menarik lagi bagi kaula muda bahkan juga orang dewasa.

Alih-alih membaca informasi ilmiah, masyarakat lebih tertarik membaca media sosial seperti Facebook, Tiktok, Twitter dan lain-lain.

“Artinya dengan adanya teknologi ini minat baca masyarakat itu sebenarnya meningkat, tapi kan minat bacanya itu hanya terfokus baca Tiktok twitter itu, nah dia tidak terfokus membaca buku-buku,” ucapnya.  (adv/dpkkaltim)


Bagikan
Previous Post

Dana Desa Provinsi Kaltim Tahun 2023 Sebesar Rp 777,27 miliar

Next Post

Kajati Kaltim Lantik Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Kaltim

Next Post

Kajati Kaltim Lantik Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Kaltim

Jaksa Agung - ST Burhanuddin

Jaksa Agung: “Merawat Kepercayaan Publik dengan Konsistensi Menegakkan Integritas & Dedikasi (Moral Value)”

  • Redaksi
  • Info Produk
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved