Guru digugu dan ditiru adalah istilah yang tidak asing ditelinga kita tidak hanya mereka yang terlibat dalam dunia Pendidikan tetapi hamper semua masyarakat hafal dan mengerti maksud dari istilah tersebut.
Secara umum istilah tersebut dipahami bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar atau transfer ilmu pengetahuan tetapi lebih dari itu mereka punya tanggungjawab yang jauh lebih lebih besar yaitu transfer nilai-nilai perilaku dan sosial kepada peserta didiknya.
Perilaku yang dimaksud disini tentu bukan sekedar cara berbicara tetapi lebih dari itu, semua aktivitas guru harus mampu melahirkan pembelajaran sikap untuk peserta didiknya atau bahkan bagi siapa pun yang berinteraksi dengannya.
Apa jadinya jika guru hanya sekedar transfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya tanpa bisa mengajarkan pentingnya nilai-nilai perilaku yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh peserta didik dalam kehidupan nyata. Tentu ini akan berimbas pada melemahnya atau bahkan hilangnya wibawa seorang guru di hadapan peserta didiknya.
Media Agresifnews.co baru-baru ini tepatnya pada 3 Juni 2022 kembali menyorot perilaku seorang guru yang sangat disayangkan. Guru yang seharusnya dapat menjadi pelopor untuk informasi-informasi positif justru sebaliknya terlibat mengintimidasi jurnalis yang seharusnya menjadi partner dalam menginformasikan pendidikan.
Peristiwa seperti ini, harus menjadi perhatian kita bersama, tentu kita tidak mengharapkan perilaku buruk yang dilakukan seseorang membawa image negative kepada profesi yang digelutinya. Perilaku seseorang seharusnya ditanggung sendiri oleh pelakunya namun terkadang profesi pelaku juga menjadi sorotan dan berimbas pada orang-orang yang seprofesi dengan pelaku tersebut.
Pada kasus di atas, seorang guru mengintimidasi jurnalis menyebabkan profesi guru juga dapat tercoreng karena guru yang seharusnya menjadi pelopor kebaikan justru terlibat dalam aktivitas yang tidak pantas dilakukan oleh seorang guru.
Oleh karena itu, melalui tulisan singkat ini kami mencoba mengusulkan sekiranya setiap Satuan Pendidikan dapat merancang kegiatan-kegiatan yang dapat dijadikan sarana menambah dan memperdalam pengetahuan tentang pentingnya bersikap sebagai seorang pendidik. Arah dalam pembinaan ini adalah penguatan iman yang menjadi dasar dalam menjalani aktivitas kehidupan.
Kami nyakin segala aktifitas yang didasari oleh keimanan akan lebih terarah dan terfilter dengan baik sehingga kegiatan yang dilakukan akan lebih benyak memberi manfaat daripada mafsadah/keburukan.*
*Restu Aulia,S.Pd.I
– Guru PAI SMPN 2 Pasir Belengkong
– Pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kab. Paser







