Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya memperluas akses pendidikan, terutama bagi wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan model pembelajaran jarak jauh melalui Universitas Terbuka (UT).
Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, di Kantor Disdikbud Kaltim, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, model pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT memberikan kemudahan bagi mahasiswa di daerah terpencil untuk tetap menempuh pendidikan tanpa harus merantau ke kota besar.
“Model pembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh UT memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tetap menempuh pendidikan dari tempat tinggal masing-masing. Dengan begitu, mereka tidak perlu menanggung beban biaya hidup di perkotaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Wakil Gubernur Kaltim bahkan telah memberikan arahan agar program pembelajaran jarak jauh ini bisa segera direalisasikan pada tahun mendatang.
“Bapak Wakil Gubernur telah memberikan arahan agar program ini dapat direalisasikan pada tahun mendatang. Kami melihat ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih merata,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan di wilayah 3T yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses dan fasilitas. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh, diharapkan angka partisipasi pendidikan tinggi di daerah-daerah tersebut meningkat signifikan.
Disdikbud Kaltim juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti jaringan internet dan fasilitas belajar yang memadai agar mahasiswa di wilayah 3T dapat mengikuti perkuliahan dengan lancar. Ia menegaskan bahwa kesiapan teknis menjadi kunci keberhasilan program ini.
Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal untuk memastikan program pembelajaran jarak jauh ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul di lapangan.
Ia berharap, dengan adanya program ini, kualitas sumber daya manusia di wilayah 3T dapat meningkat, sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah dan nasional. “Kami optimis pendidikan tinggi yang merata akan membuka peluang bagi generasi muda di wilayah 3T untuk berkembang dan berdaya saing,” pungkasnya. (Slm/ADV/Diskominfo)







