Samarinda – Mahalnya harga beras di wilayah Mahakam Ulu kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menyebutkan penyebab utama kenaikan harga sembako, terutama beras, adalah kendala transportasi yang mengandalkan sungai Mahakam sebagai jalur utama pengiriman barang.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun wilayah Mahulu menghadapi dua masalah besar terkait dengan kondisi sungai Mahakam yang menjadi jalur transportasi utama. Saat musim hujan, sungai menghadapi banjir, sementara di musim kemarau, air sungai menyusut hingga menyulitkan jalur transportasi.
Kondisi sulitnya medan transportasi di Mahakam Ulu membuat harga barang seperti beras menjadi sangat tinggi. Hal ini tentu berdampak pada kehidupan masyarakat yang bergantung pada pasokan kebutuhan pokok tersebut.
“Jadi itu salah satu proses ya, itu tiap tahun Mahulu ini, pertama ketergantungannya dengan sungai Mahakam sebenarnya. Karena transportasi utama saudara kita di Mahakam Ulu termasuk Kubar sungai Mahakam,” ungkapnya di Kantor DPRD Kaltim, Senin (28/7/2025).
Lebih jauh, dia menjelaskan bagaimana rute pengiriman sembako dari Long Bagun ke Long Apari yang masih hampir sepenuhnya mengandalkan transportasi lewat sungai Mahakam. Namun, jarak tersebut memiliki tantangan alam berupa tiga riam atau jeram yang menyebabkan kesulitan pengiriman barang.
Tiga riam yang disebutkan adalah Riam Udang, Riam Haloq, dan Riam Panjang, yang menurutnya merupakan batu-batu besar yang muncul saat air sungai surut sehingga memperlambat perjalanan perahu dan membuat ongkos angkut naik.
“Nah, setiap tahun itu ada dua masalahnya. Banjir pertama kalua hujan nih, habis itu kalau kemarau kering. Nah, prosesnya dari Long Bagun transportasinya ke Long Apari itu masih 90 persen melalui sungai Mahakam,” terangnya.
Setelah melewati riam-rim tersebut, perjalanan dari Long Pahangai ke Long Apari dapat berjalan normal kembali tanpa kendala air sungai yang surut. Namun, masalah utama tetap pada riam yang memperlambat transportasi sembako penting.
“Nah, tetapi setelah dari Long Apari, dari Long Pahangai ke Long Apari itu normal lagi. Nah, kendalanya transportasi ini, transportasi sembako itu,” tambahnya.
Dia juga menambahkan bahwa telah ada komunikasi dengan anggota DPRD Mahakam Ulu terkait solusi untuk meringankan beban distribusi barang. Salah satunya dengan memberikan bantuan ongkos angkut agar harga sembako tidak semakin melambung.
Dengan adanya rencana bantuan ongkos angkut diharapkan dapat membantu meringankan biaya pengiriman sehingga harga beras dan kebutuhan pokok lain di Mahulu menjadi lebih terjangkau.
“Tetapi saya ada komunikasi sama salah satu anggota DPRD Mahakam Ulu, sebenarnya sudah di anggarkan namanya bantuan ongkos angkut. Nah, mungkin nanti Pemerintah Mahakam Ulu akan salurkan supaya transportasi sembako ini tidak mahal,” ujar politisi Gerindra itu.
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah daerah harus terus mendukung dan mencari solusi agar permasalahan transportasi yang berkaitan dengan sungai Mahakam bisa teratasi secara menyeluruh.
Masyarakat Mahakam Ulu diharapkan dapat lebih bersabar sembari menunggu realisasi bantuan tersebut, serta dukungan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur dan sistem transportasi guna menurunkan harga kebutuhan pokok di daerah terpencil ini. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







