SAMARINDA – Kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur terpantau terus melandai sepanjang bulan April 2022. Hal ini terlihat dari data pantauan Covid-19 yang menunjukkan hanya 4 orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 varian Omicron.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Masitah menjelaskan dari 10 kabupaten/kota di Kaltim seluruhnya sudah zona Kuning. Bahkan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) zona Covid-19 sudah zona Hijau.
“Artinya zona Hijau adalah nol atau nihil kasus Covid-19 disana. Sedangkan Sembilan kabupaten/kota lainnya masih berzona Kuning yang artinya masih ada orang terkonfirmasi Positif Covid-19 tetapi angkanya di bawah 25 orang per hari,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Senin (25/4/2022).
Dijelaskan Masitah, pada Senin 25 April, misalnya, hanya 4 orang terkonfirmasi Positif masing-masing 2 orang berasal dari Kabupaten Kutai Barat, 1 orang dari Paser dan 1 orang lainnya dari Penajam Paser Utara. Sementara itu, pasien yang masih dirawat per 25 April berjumlah 7 orang dari total sebanyak 54 orang.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur penurunan kasus Covid-19 di Kaltim turun drastis. Bahkan di Kabupaten Mahakam Ulu sudah zona Hijau. Sedangkan kasus kematian nihil,” ujar Masitah.
Jika dicermati perkembangan Covid-19 selama ini, kasus tertinggi di Kaltim berada di Kota Balikpapan dengan jumlah 53.691 orang terkonfirmasi Positif dengan yang meninggal dunia sebanyak 1.956 jiwa. Sedangkan yang sembuh sebanyak 51.718 orang pasien.
Tempat kedua terbanyak terkonfirmasi Covid-19 adalah Kota Samarinda sebanyak 29.543 orang dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 730 orang dan pasien sembuh sebanyak 28.811 orang.
Sedangkan kabupaten terbanyak yang terpapar Covid-19 adalah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah sebanyak 32.621 orang dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 882 orang. Sedangkan pasien sembuh mencapai angka 31.737 orang pasien.
Masitah menegaskan walaupun tren Covid-19 di Kaltim melandai tetapi ia berharap masyarakat terus menjaga protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak dengan orang lain, untuk tetap menekan angka penyebaran Covid-19.
“Semoga doa masyarakat di Ramadan ini dikabulkan, agar Covid-19 di Kaltim dapat berakhir dan kita semua bisa beraktifitas normal seperti dahulu lagi. Terus tetap disiplin protokol kesehatan, karena, pemerintah hingga sekarang belum menetapkan wabah virus Corona dari pandemi ke status endemi Covid,” ujar Masitah.(yan)







