SAMARINDA – Menjelang Pemilu Serentak pada 14 Februari 2024 dan Pemilu Kepala Daerah secara Nasional pada 27 November 2024, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Drs Sri Wahyuni, MPP mengingatkan jika masyarakat harus waspada akan adanya berita dan informasi yang tidak benar di media sosial.
Hal tersebut dikatakan Sri Wahyuni saat membuka acara Gerakan Kemitraan bersama Organisasi Kemasyarakatan Sipil dan Perguruan Tinggi dalam Menyukseskan Pemilu Serentak tahun 2024, yang berlangsung di Samarinda, Kamis (21/4/2022).
“Seringkali, yang membuat kita abai adalah ketika kita memiliki kepentingan yang menimbulkan potensi dan gesekan. Bahkan potensi gesekan ini tidak lebih dulu terlihat tetapi muncul lebih dulu di media sosial. Kemudian gesekan itu dari laman sosial media turun ke dunia nyata. Ini yang harus kita hindari,” pesannya.
Dijelaskan Sri, saat Pemilu Serentak, masyarakat diminta untuk memberikan haknya pada pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi dan juga kabupaten/kota.
Pada tanggal 27 November 2024 akan berlangsung secara serentak Pemilukada secara nasional. Peristiwa besar ini perlu dipersiapkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sejauh ini, Kalimantan Timur disebut sebagai daerah yang memiliki konflik tinggi tetapi pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengelola konflik tersebut dengan baik. Sebagai contoh Indonesia Mini, Kaltim harus dapat menjaga marwah sebagai mitra IKN Nusantara dalam penyelenggaraan pesta demokrasi dengan tertib, dinamis dan kualitas Pemilu yang berlangsung dengan baik.
“Pemilu berkualitas itu bagaimana? Apakah cukup dengan jumlah pemilih yang datang ataukah dilihat dari angka pelanggaran Pemilu atau ada faktor lainnya. Sempat adanya isu nasional yang kemudian menjadi perbincangan di ruang publik terkait penyelenggaraan Pemilu, diharapkan tidak menjadikan masyarakat terbelah, tetapi justru menjadi sebuah kekuatan bersama,” harapnya.
Sementara itu hadir dalam acara ini sebagai narasumber, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim Galeh Akbar Tanjung dan Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah.
Ketua KPU Rudiansyah menjelaskan jika Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang masyarakat akan memilih lima kandidat mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota sesuai dengan daerah pemilihan.
“yang mungkin nanti harus lebih ekstra dalam pendataan penduduk adalah untuk warga di IKN Nusantara. Karena masyarakat yang termasuk dalam lingkup IKN Nusantara seperti di Kecamatan Sepaku dan sebagian Kecamatan Samboja, mereka hanya memiliki beberapa saja yaitu presiden dan wakill presiden, anggota DPR RI, DPD RI saja. Tapi masih kita tunggu penjelasan selanjutnya dari KPU pusat,” ujar Rudiansyah. (yan)






