TENGGARONG – Petani padi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), menghadapi kendala utama dalam mengelola lahan pertanian mereka, yaitu ketersediaan air dan pupuk. Selain biaya operasional yang tinggi dan keterbatasan pupuk subsidi juga menjadi masalah bagi mereka. Mereka tidak memiliki sistem irigasi yang memadai dan hanya mengandalkan curah hujan yang tidak menentu.
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten telah memberikan bantuan berupa pupuk, bibit, kapur, dan alat-alat pertanian lainnya kepada petani di desanya.
“Alhamdulillah, bantuan pemerintah kabupaten sangat membantu. Petani kita sangat terbantu dari bantuan tersebut,” ungkap Sutarno, Senin (6/11/2023).

Sutarno menambahkan bahwa mesin panen sudah cukup tersedia di desanya, namun mesin tanam masih jarang digunakan oleh petani.
“Sistem tanam padi kita masih manual karena ada buruh tani yang dibayar. Jadi masih ada kearifan lokalnya,” ujarnya.
Menurut Sutarno, petani padi di desanya masih didominasi oleh generasi tua yang masih semangat bertani. Namun, regenerasi petani padi agak sulit karena anak-anak muda kurang tertarik.
“Untuk hortikultura masih mau anak-anak mudanya. Juga sudah dilakukan pelatihan. Tapi di sektor tanam pangan ini memang harus ada pelatihan lebih buat anak muda,” tutupnya.(Adv/Diskominfokukar/Alex)







