BALIKPAPAN – Angka Stunting provinsi Kaltim berada di angka 22 persen, angka ini dibawah angka stunting nasional yang berada di angka 24 persen. Pemerintah menargetkan penurunan hingga 14 persen pada tahun 2024.
“Alhamdulillah Kaltim masih di bawah angka nasional. Stunting nasional 24%, kita 22%. Target nasional 14% pada 2024 mendatang,” kata Wagub Hadi Mulyadi usai mengikuti Harganas Ke-29 secara virtual dari Grand Jatra Hotel Balikpapan, Kamis (7/7/2022).
Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 tahun ini dipusatkan di Lapangan Merdeka kota Medan dan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.
Wagub Kaltim mengajak seluruh komponen daerah dan masyarakat untuk bersama-sama bekerja dalam upaya penurunan stunting di Kalimantan Timur.
Kaltim masih memiliki waktu sekitar dua tahun untuk bisa mencapai target nasional tersebut hingga menuju angka 14% pada 2024.
“Jadi minimal setiap tahun kita turun 4%, sehingga tahun 2024 angka stunting kita bisa tinggal 14%. Optimis kita bisa,” harap Wagub.
Menuju pencapaian target tersebut, Wagub mengingatkan agar koordinasi pelaksanaan program harus dilakukan lebih baik lagi antara Satgas Stunting, Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama, serta masyarakat.
Hal ini penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat khususnya para calon pengantin, ibu hamil dan para ibu pasca melahirkan agar tidak menciptakan generasi-generasi stunting.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk melahirkan generasi yang bebas stunting adalah dengan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang baik kepada bayi dan anak-anak, serta para ibu.
“Tidak harus mahal. Karena nutrisi dan gizi itu bisa kita peroleh di sekitar rumah kita dengan menanam sayuran dan buah. Manfaatkan pekarangan rumah sebaik-baiknya dengan menanam,” pesan Wagub.
Harganas tahun ini mengusung tema “Ayo cegah stunting agar keluarga bebas stunting”. Saat mengikuti acara tersebut Wagub Hadi Mulyadi didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim H Andi Muhammad Ishak. (yan/adv/kominfokaltim)







