SAMARINDA – Sebanyak 5 ribu liter minyak goreng habis terjual saat Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Operasi Pasar Minyak Goreng dengan Sistem Online, pada Jumat (25/3/2022).
Minyak goreng yang disediakan dalam operasi pasar ini yaitu minyak goreng kemasan berukuran 1 liter seharga Rp 14.000. Setiap pembeli yang sebelumnya telah mendaftarkan diri, hanya diperbolehkan membeli sebanyak 2 liter saja.
Kepala DPPKUKM Provinsi Kaltim, HM Yadi Robyan Noor menjelaskan pembeli yang diutamakan dalam operasi pasar ini adalah masyarakat menengah hingga penerima manfaat dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang tercatat di Dinas Sosial.
Untuk mendapatkan minyak goreng ini, pendaftaran dilakukan secara daring/online dan harus mengisi Google Form. Kemudian ada konfirmasi data dan pemberian barcode. Di hari pelaksanaan operasi pasar, pembeli yang datang diberikan kupon sesuai dengan nomor pendaftaran dan langsung menuju ruang pembelian.

“Kami buka pendaftaran dari tanggal 2 sampai 4 Maret dan dilanjutkan pada 7 sampai 11 Maret atau selama delapan hari. Peminatnya banyak hingga dapat dijaring 2.500 orang pembeli,” ujar Robyan yang memantau langsung jalannya operasi pasar ini pada Jumat (25/3/2022).
Dijelaskan Roby, operasi pasar dapat berlangsung dengan tertib, pembeli tidak mengantre lama, bebas protokol kesehatan, nyaman di dalam ruang berpendingin udara dan tentunya aman tidak berdesakan dan saling berebutan.
Diingatkan Roby, menurut undang-undang operasi pasar hanya boleh dilaksanakan oleh instansi yang berwenang. Jika di pusat Kementerian Perdagangan daerah Dinas Perdagangan. Sehingga tidak boleh ada organisasi massa yang menjual minyak goreng sendiri.
Disperindagkop Kaltim, jelas Roby pernah melakukan survey bagaimana kebutuhan minyak goreng dalam keluarga. Ternyata, satu keluarga terdiri dari ayah-ibu dengan tiga orang anak, hanya memerlukan sebanyak 2 liter sebulan untuk menggoreng.
Dalam pelaksanaan operasi pasar, panitia memberlakukan antrean mirip dengan pesta demokrasi pemilihan umum. Pembeli yang datang memperlihatkan barcode pendaftaran, kemudian ditukar dengan kupon antrean. Setelah itu, pembeli menuju meja pembayaran, mengambil minyak goreng kemasan dan menuju pintu keluar dengan mencelupkan jari kelingking ke tinta, agar tidak ada pembeli yang datang dua kali.
“Kenapa hari ini dapat dijual minyak goreng kemasan Rp 14.000 per liter, karena kami masih memiliki stok lama yang masih dapat dilepas dengan harga di bawah harga pasaran. Kami sempat menunda operasi pasar secara online ini karena kami harus persiapkan dengan matang. Kami lakukan dahulu simulasi. Kan terlihat, saat pelaksanakan operasi pasar hanya butuh waktu 1 menit untuk antre dan mendapatkan minyak gorengnya,” jelasnya.(yan)







