PASER – Era globalisasi menuntut penyediaan kelas bahasa asing sangat diperlukan, mulai dari tingkat sekolah dasar dalam memberikan landasan bagi anak untuk bekerja sama dan bersaing dengan rekan-rekan mereka di seluruh dunia.
Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bahasa kedua lebih awal dan terus mempelajari bahasa tersebut hingga menjadi cakap. Melalui penguasaan bahasa kedua anak akan cenderung lebih mudah untuk mengakses serta menyerap pengetahuan secara lebih luas.
Namun sayangnya, masih banyak sekolah dasar di Indonesia yang belum dapat menyediakan pembelajaran bahasa asing secara formal baik karena penetapan kurikulum maupun kekurangan SDM pengajar.
Di Desa Sungai Terik Kecamatan Batu Sopang Paser terdapat dua sekolah dasar yang telah memberikan pembelajaran bahasa asing dalam bentuk pelajaran Bahasa Inggris. Namun, hanya terbatas pada beberapa kelas dan belum dilakukan secara merata.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu wali kelas di SDN 005 Sungai Terik, ”Selama ini memang ada pelajaran bahasa inggris, namun hanya untuk kelas satu sampai empat saja dan tidak ada guru khususnya. Hanya diajarkan oleh wali kelas masing-masing,” jelas Rifa guru SDN 005 Batu Sopang.
Melihat kondisi tersebut, Elisabeth Octavia selaku Mahasiswa KKN Universitas Mulawarman dari Kelompok Paser 29 berisiatif melakukan kegiatan pendampingan belajar bahasa Inggris kepada siswa-siswi di SD Negeri 005 Desa Sungai Terik yang belum mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengajaran Bahasa Inggris di sekolahnya.
Kegiatan belajar mengajar tersebut dilaksanakan selama 5 hari mulai dari Senin, (18/7/2022) sampai Jum’at, (22/7/2022) selama 90 menit setiap harinya kepada 19 siswa-siswi kelas empat di SD Negeri 005 Desa Sungai Terik.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan program dan pembagian modul yang berisi pengenalan kata kerja, bilangan, kata sederhana serta pembentukan kalimat.
“Pendampingan belajar dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi dan penugasan. Pada tahap ceramah dilakukan penyampaian materi dan pelatihan baik dari segi writing, speaking, dan listening,” kata Elisabeth.
Kemudian, dilanjutkan tahap diskusi dimana siswa melakukan beragam aktivitas secara berkelompok untuk meningkatkan partisipasi belajarnya. Terakhir, siswa melakukan evaluasi pembelajaran dengan mengerjakan tes untuk menilai sejauh mana pemahamannya terhadap materi yang telah disampaikan.
Terlaksananya program tersebut pun disambut antusias siswa, “Kami senang sekali diajarkan bahasa inggris, selama ini belum mendapatkan pelajaran tersebut,” ujar Fatimah, siswi SDN 005 Batu Sopang peserta kelas belajar Bahasa Inggris.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa untuk mempelajari bahasa inggris, meningkatkan penggunaan bahasa inggris dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari serta melanjutkan pembelajaran untuk mencapai kecakapan berbahasa inggris pada tingkat pendidikan selanjutnya. (Kelompok Paser 29 KKN 48 Unmul/red)







