PASER – MAN Insan Cendekia (MAN IC) Kabupaten Paser yang berada di Jalan Negara Kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, mendapatkan prestasi sebagai sekolah terbaik kedua tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala MAN IC Paser Ismail, mengatakan sangat bangga atas prestasi yang dicapai, hal itu terjadi berkat bantuan semua pengurus dan pengajar. Ia juga bertekad untuk meraih peringkat pertama di Kalimantan Timur pada tahun 2022.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan peringkat ke dua di Kaltim tahun 2021. Untuk tahun ini, kami bersama pengajar khususnya kelas 12, bertekad untuk meraih peringkat pertama di Kalimantan Timur,” kata Ismail, Senin (11/4/2022).
Untuk mendapatkan prestasi itu, mereka melakukan berbagai upaya. Salah satunya, mereka lakukan bimbingan belajar (Bimbel) mulai awal semester ganjil kelas 12, baik bimbel didalam maupun diluar pondok pesantren.
Ia juga menyampaikan upaya lainnya, mereka mendatangkan dosen dari ITB, UI, serta UGM secara bergantian dan terjadwal guna membimbing para santri secara langsung.
Selain itu, Man ic juga mempunyai program yang tidak dimiliki sekolah lainnya. Para santri, pengajar, serta pengurus melakukan solat hajat setiap hari setelah solat magrib, dan sudah kami kerjakan sejak awal MAN IC berdiri.
“Beberapa upaya kami lakukan, diantaranya bimbel tambahan untuk kelas 12, kami mendatangkan dosen-dosen hebat untuk membimbing santri, dan juga sejak awal hinnga kini kami lakukan solat hajat setiap hari setelah solat magrib,” ungkapnya.
Ia mengatakan, saat ini sedang laksanakan kegiatan rutin di bulan Ramadhan, yakni Tahfidz Al-Qur’an yang diadakan setiap tahun pada bulan puasa, para santri dikarantina selama sebulan saat kegiatan berjalan. Tahfidz Al-Qur’an tahun ini di targetkan masing-masing siswa bisa menghafal tiga juz.

“Tahfidz Al-Qur’an merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan seminggu sebelum Ramadhan sampai seminggu sebelum Lebaran. Hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas para santri,” ucap Ismail.
Ia menambahkan, untuk menunjang proses belajar mengajar, masih ada fasilitas yang belum ada sejak awal berdirinya sekolah pada tahun 2015 hingga kini belum juga terealisasi.
“Sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) yang terjalin antara Kementerian Agama (KEMENAG) dan Pemkab Paser pada tahun 2015 perihal pembangunan. Namun hingga saat ini masih belum terealisasi, meliputi jalan, drynase, serta pagar, semoga segera bisa direalisasikan,” harapnya.(fi).







