AgresifNews.co
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
AgresifNews.co
No Result
View All Result

Pansus LKPJ Gubernur Bahas Pengembangan SDM

by Redaksi
April 8, 2021
in DPRD Kaltim
0
Bagikan

SAMARINDA – Panitia Khusus (pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur 2020, dipimpin oleh Rusman Yaqub wakil ketua pansus DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), membahas terkait misi pengembangan sumber daya manusia di Ruang Rapat Gedung E Lantai 1 (satu), Rabu (7/4/2021)

Pansus mengundang Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A), dan Dinas Kesehatan yang didalamnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Provinsi Kaltim.

Rusman Ya’qub

Rusman mengatakan, alokasi anggaran yang cukup besar sekitar Rp1,8 triliun lebih untuk Diknas dan Dinas Kesehatan dengan alokasi anggarannya R0700 juta lebih. Sementara untuk rumah sakit seperti RS. AWS sekitar Rp700 juta, kemudian RS. Kanujoso Balikpapan sekitar Rp600 juta, dan terkecil RS Atma Husada kurang dari Rp100 juta.

“Yang banyak itu di rumah sakit karena BLUD, seperti, tapi itu wajar karena itu BLUD, pendapatan rumah sakit itu kembali lagi untuk biaya pengelolaan rumah sakitnya” jelasnya

Dikataan Rusman, BLUD ini manajemennya seperti setengah perusahaan, tapi tetap tercatat di APBD.

Sedangkan, DKP3A alokasi anggaran hanya sedikit seperti Dispora sekitar Rp 38 juta, namun setelah penyesuaian anggaran akibat covid-19 tahun ini menjadi naik tiga kali lipat.

Rusman menjelaskan, pansus masih dalam tahap klarifikasi isi laporan LKPJ Gubernur dengan real yang ada di satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

” Pansus baru sebatas melakukan klarifikasi data, jadi nanti hasil apa yang ditemukan oleh Pansus, kesimpulannya satu minggu lagi.” pungkasnya. (*/adv)


Bagikan
Previous Post

Rusmadi : Suksesnya Pembangunan Bisa Diukur dari Data Orang Miskin

Next Post

Tiga Belas Wisudawan UNRIYO Asal Kaltim Raih Cumlaude

Next Post

Tiga Belas Wisudawan UNRIYO Asal Kaltim Raih Cumlaude

Kuota UKW Gratis Tersisa Untuk Kelas Madya dan Muda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Info Produk
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved