AgresifNews.co
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
AgresifNews.co
No Result
View All Result

Peringatan Harganas Ke-29, Kaltim Bertekad Turunkan Angka Stunting

by Redaksi
July 18, 2022
in Kesehatan
0
Kepala BKKBN Kaltim DR Sunaryo, SKM (kanan) dan Deputi Bidang Advokasi BKKBN, Sukaryo Teguh  Santoso (kiri)

Kepala BKKBN Kaltim DR Sunaryo, SKM (kanan) dan Deputi Bidang Advokasi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso (kiri)

Bagikan

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bertekad menurunkan angka stunting di 10 kabupaten/kota. Hal tersebut dikatakan Gubernur Kaltim,  Isran Noor saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-12 tingkat daerah bertempat di Hotel Harris  Samarinda, pada Senin (18/7/2022).

Gubernur Kaltim,  Isran Noor mengatakan, Harganas adalah bentuk apresiasi yang diberikan oleh negara terhadap peran keluarga dalam membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

“Angka prevalensi stunting di Kaltim saat ini berada dibawah rata-rata nasional yaitu 24,4 persen sementara Kaltim di angka  22,8 persen. Kita bertekad mampu menurunkan hingga 12,83 persen pada tahun 2024, dari target nasional 14 persen,” jelasnya.

Kepala BKKBN Kaltim DR Sunaryo, SKM (kanan) dan Deputi Bidang Advokasi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso (kiri)

Stunting sering kali dikaitkan dengan perawakan pendek, yang sebenarnya stunting adalah masalah kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga masalah gizi kronis yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otak.

Oleh Karena itu, Isran Noor menegaskan Pemprov Kaltim  telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan Ketua Pelaksana Wakil Gubernur Kaltim,  Hadi Mulyadi yang ditindaklanjuti pembentukan  TPPS di Kabupaten/Kota hingga Tingkat Desa/Kelurahan.

Ditambahkannya, seorang ibu yang mengandung harus mengonsumsi makanan sehat dan bergizi sehingga anak tidak mengalami kekurangan nutrisi. Rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi juga ikut mempengaruhi kondisi malnutrisi janin. Selain itu, gubernur  juga menyampaikan pola asuh yang kurang efektif dapat menjadi salah satu penyebab stunting pada anak.

Dalam kegiatan ini, Hadi Mulyadi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting juga menyerahkan hadiah lomba-lomba bidang di Bidang Bangga Kencana Provinsi Kalimantan Timur, diantaranya Pusat Informasi dan Konseling Remaja Jalur Pendidikan dan Masyarakat, BKB Holistik Integratif, Kampung Keluarga Berkualitas, Video Pendek Ajang KESPRO Kawula Muda (AkuKaMu), Pelayanan KB dan Faskes, Pelayanan Sejuta Akseptor, PKB Teladan, Institusi Masyarakat Pedesaan Teladan, dan PT.Pama Industri dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kota Bontang.

Gubernur Kaltim melantik Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim, DR Sunaryo, SKM, MadKP menjelaskan kegiatan Harganas tingkat daerah ini mengusung tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting”.

“Permasalahan stunting  adalah masalah serius dalam pembangunan Sumber Daya Manusia baik jangka pendek maupun jangka panjang. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, sanitasi yang buruk serta kurangnya pengasuhan yang baik selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Seorang balita gagal tumbuh, ujarnya disebabkan karena pertumbuhan sel otak yang tidak maksimal, sehingga kedepannya dapat menurunkan produktivitas tubuh bayi dalam kandungan sang ibu.

“Oleh sebab itu, sesuai dengan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting Indonesia Tahun 2021-2024  (RAN-PASTI) yang mengatur tentang Rencana Aksi Nasional, Mekanisme tata kerja pelaksanaan PPS, pemantauan, evaluasi dan pelaporan,” jelas Sunaryo. (yan/adv/kominfokaltim)


Bagikan
Tags: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi KaltimPeringatan Harganas Ke-29Provinsi Kalimantan TimurTim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)Turunkan Angka Stunting
Previous Post

Jalin Silaturahmi, Kepala Rutan Tanah Grogot Temui Bupati Paser

Next Post

KKN Serumpun UINSI Dilepas Wagub Hadi Mulyadi

Next Post

KKN Serumpun UINSI Dilepas Wagub Hadi Mulyadi

Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Kubar

Tim Penjaringan dan Penyaringan Tetapkan Tobias F Kainama  Calon Tunggal Ketua KONI Kubar

  • Redaksi
  • Info Produk
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved