SAMARINDA – Sama dengan perpustakaan sekolah lainnya, perpustakaan SMA Negeri 3 Samarinda juga melayani peminjaman buku khusus bagi siswa siswi dan guru-guru.
Di perpustakaan sekolah ini, ada sekitar lebih dari 3.000 judul koleksi buku yang mayoritas terdiri dari buku-buku ilmu pengetahuan. Kendati begitu, ada juga buku-buku referensi seperti novel, fiksi dan non fiksi.
Jamaluddin – pengelola perpustakaan SMA Negeri 3 Samarinda mengatakan, perpustakaan sekolah tersebut berdiri sejak tahun 1982 silam, berbarengan dengan berdirinya SMA Negeri 3 Samarinda.
Dikatakannya, seluruh anggota perpustakaan adalah siswa siswi SMA Negeri 3 Samarinda. Yang mana, ketika siswa tersebut mulai terdaftar sebagai siswa di SMA Negeri 3 Samarinda, maka otomatis juga akan langsung menjadi anggota perpustakaan.
“Berdirinya perpustakaan ini otomatis sejak sekolah berdiri, perpustakaan pasti sudah ada. Sekolah ada sejak 14 Agustus 1982,” terangnya.

“Di sini, koleksi buku-buku kebanyakan buku pelajaran, sekitar 3.000 lebih ada. Untuk buku kelas X, XI dan XII. Tapi kalau ditambah eksemplar itu jumlahnya sekitar lebih dari 10.000,” lanjutnya.
Sementara itu, pengadaan buku di perpustakaan SMA Negeri 3 Samarinda, dikatakan Jamaluddin, sumber anggaran pengadaan buku berasal dari dana Bosda dan Bosnas. Sementara pengadaan buku-buku baru mayoritas adalah buku pelajaran.
“Untuk pengadaannya dari pembelian sendiri, melalui dana Bosnas maupun Bosda, yang jelas dari Bosnas ada anggarannya. Pengadaan setiap tahun, terus buku-bukunya diutamakan buku pelajaran wajib, ditambah dengan buku referensi seperti novel, fiksi dan non fiksi . Nah yang novel ditambah dengan reverensi buku bacaan lainya,” ungkapnya.
Cara peminjaman buku di perpustakaan sangat mudah, termasuk pengembalian buku. Namun ketika buku yang dipinjam melewati batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan sanksi denda Rp 500 rupiah. Tapi ketika buku yang dipinjam hilang, maka siswa diminta untuk mengganti buku tersebut.
“Untuk lama peminjaman selama seminggu per buku, semua jenis buku. Kalau siswa lupa mengembalikan buku, maka dikenakan denda per hari Rp 500 per buku, masih terjangkau. Kalau ada siswa pinjam dan buku hilang, maka kami minta ganti dengan buku yang sama, tapi kalau bukunya susah dicari, bisa diganti dengan buku yang lain,” ujarnya.
Dirinya berharap, siswa siswi SMA Negeri 3 Samarinda dapat memanfaatkan waktu kosong dengan datang ke perpustakaan dan membaca buku. Karena kata dia, dengan banyak membaca, maka banyak ilmu yang akan didapat.
“Untuk siswa agar sering-sering ke perpustakaan, karena itu gudang ilmu, mumpung masih muda belajarnya sepanjang hayat. Pun harapan kepada pemerintah, agar dapat mendukung semua perpustakaan sekolah, Pemprov maupun kota. Berikan bantuan dana stimulan dana ke perpustakaan, baik semua sekolah disemua tingkatan baik SD, SMP maupun SMA sampai pergurun tinggi,” tutupnya.(adv68/dpk/eha)







