
BANJARBARU – Purun adalah jenis rerumputan yang tumbuh liar di daerah rawa dan sungai. Di tangan kreatif, tanaman liar ini bisa menjadi anyaman dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Ketua Kelompok Usaha Kerajinan Anyaman Purun Galoeh Bandjar Jalan Purnawirawan Palam Tanggul Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Rahimah menyebutkan, bahan anyaman tidak sulit dicari karena purun ada di sekitar mereka.
Rumput liar itu diambil lalu dijemur hingga kering. Setelah itu ditumbuk menggunakan kayu menggunakan mesin. Setelahnya, baru bisa dianyam menjadi produk berkualitas dan bernilai tinggi.
“Bahan tidak sulit, tidak pernah habis bahkan melimpah. Makanya, untuk produk yang sederhana seperti tas-tas kecil kami masih bisa jual Rp 5 ribu per buah,” kata Rahimah.
Sedangkan untuk tas yang sudah menggunakan bordir, kain dan resleting bandrolnya bisa sampai Rp 150 ribu. Sedangkan tikar dengan bahan purun yang berkualitas bisa dijual hingga kisaran Rp 500 ribu per lembar.
Omzet mereka termasuk pesanan dari luar daerah seperti Jawa dan Bali, bisa mencapai puluhan juta setiap bulannya. Rombongan juga mengunjungi kelompok usaha kerajinan lainnya yakni Galoeh Tjempaka pimpinan Salasiah dan Al Firdaus pimpinan Siti Maryana. (sam)




