
SANGATTA – Ruang Isolasi Terpusat terpadu (Isoter) yang disiapkan di Gedung Asrama SMAN 2 Sangatta Utara mampu menampung sebanyak 150 pasien. Gedung Asrama SMAN 2 disulap menjadi ruang isoter berdasarkan perencanaan yang matang karena saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) belum berlangsung.
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim dr Bahrani Hasanal dan Sekretaris Dinkes Hariyati juga telah meninjau dan memastikan warga yang isoter mendapatkan fasilitas dan layanan yang memadai.
Fasilitas yang ada di gedung ini juga cukup memadai dengan fasilitas seperti air bersih, listrik, kipas angin, dispenser, oksigen dan seprai. Selanjutnya ruang terbuka bagi pasien yang ingin berolahraga atau menghirup udara segar cukup memadai.
Ardiansyah menegaskan Pemkab Kutim terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutim yang sedang mengalami isolasi mandiri (isoman) dengan menggunakan ruang isoter yang sudah disiapkan.
“Besar harapan dengan pelayanan ini dapat sebanding dengan perhatian masyarakat agar mematuhi protokol 5M. Terima kasih kepada Dinkes Kutim dan terus semangat para tenaga kesehatan (nakes) yang telah berjuang dalam tugas kemanusiaan,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani Hasanal mengatakan jika ruang isoter di Gedung Asrama SMAN 2 ini menjadi lokasi khusus menampung warga yang harus menjalani isoman akibat terpapar Covid-19.
“Beberapa faktor yang mendorong Satgas Penanganan Covid-19 Kutim dalam pengadaan isoter adalah tingginya angka penularan yang bersumber dari kontak erat keluarga,” urainya.
Selain itu, Satgas berkeinginan untuk memfasilitasi warga yang menjalani isoman dengan menyediakan tempat dan menjamin kebutuhan makan dan minum warga. Jika warga melakukan isoman di rumah, tidak terjamin bisa mencegah penularan dengan tidak keluar rumah.
“Oleh karena itu adanya ruang penyediaan isoter menjadi solusi Satgas memastikan keamanan dan kenyamanan warga selama menjalani isoman,” ujarnya. (*/hm13)




