AgresifNews.co
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal
AgresifNews.co
No Result
View All Result

Sawit Belum Bisa Mampu Jadi Agribisnis dan Agroindustri

by Redaksi
March 16, 2021
in Kutai Timur
0
Bagikan

MUARA ANCALONG – Kutai Timur yang sejak awal didesign sebagai daerah agroindustri dan agribisnis dinilai sangat tepat dengan pembangunan perkebunan kelapa sawit. Namun, sampai sekarang sawit belum mampu sebagai agribisnis maupun agroindustri.

“Guna mengantisipasi hal itu, ke depan akan membuat regulasi, agar bisa membangun industri hilir dari sawit tersebut,” kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Muara Ancalong, Selasa (16/3/2022), sore.

Dikatakan Ardiansyah, Bontang sudah ada industri minyak goreng dari sawit, meski bukan merupakan daerah proklduksi sawit

“ Yang jadi pertanyaan adalah, sawit itu diperoleh dari mana? Tentunya salah satunya sawit dari Kutim,” kata Bupati.

Hadir pada acara itu Wakil Bupati H Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Joni dan sejumlah anggota dewan lainnya, para asisten Sekkab, sejumlah Kepala OPD, Camat setempat Sabran, Kades, pengurus BPD serta perwakilan perusahaan dan undangan lainnya.

Sebenarnya menurut orang nomor satu di Kutim ini hasil sawit belum mampu menciptakan industri hilirnya. Hal ini disebabkan CPO (Cruide Palm Oil) yang dihasilkan perkebunan sawit dijual ke luar.

Apabila di Kutim sudah dibangun industri yang mampu mengolah turunan sawit, tentunya bakal memiliki dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Bahkan selain dibuat minyak goreng, juga bisa dibuat kosmetik dan sebagainya.

Ke depan diharapkan Kutim ada yang membangun industri sawit. Sehingga perusahaan sawit tak lagi menjual CPO, namun produk tersebut sudah bisa diolah sendiri di daerah ini,” ujar Ardiansyah.

Jika industri turunan sawit sudah berdiri sendiri di Kutim, tentunya bakal menopang pembangunan secara keseluruhan. Bahkan dampak positifnya perekonomian masyarakat semakin berkembang dengan baik. (**)


Bagikan
Previous Post

Dishub Kubar Kembali Bahas Perbaikan Jalan Oleh Perusahaan Sawit

Next Post

Telkomsel Lanjutkan Dukungan Penyaluran Program Bantuan Kuota Data Internet Kemendikbud

Next Post

Telkomsel Lanjutkan Dukungan Penyaluran Program Bantuan Kuota Data Internet Kemendikbud

Wakil Gubernur Pimpin Verifikasi PUG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Info Produk
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Parlementaria
    • DPRD Prov. Kaltim
    • DPRD Kutai Timur
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Nasional
  • Ragam
    • Pemprov. Kalimantan Timur
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Serba-Serbi
    • Kriminal

© 2021-2025 Agresifnews.co
All Right Reserved