PASER – Objek wisata air panas Danom Layong di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser, kondisinya memprihatinkan dan semakin berkurang kunjungan wisatawan. Selain akses jalan yang telah rusak, juga bangunan pendukung banyak yang rusak, seperti diberitakan agresifnews.co edisi Kamis (7/7/2022), akhirnya mendapat perhatian Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser.
Disporapar Kabupaten Paser melalui Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Arya widhiyasa mengatakan, Objek Wisata Danom Layong tutup bukan karena pihaknya mengabaikan, melainkan kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Paser selama dua tahun terakhir.

“Kami tidak mengabaikan, kami sengaja menutup wisata itu karena pandemi Covid -19 selama dua tahun terakhir,” ucapnya kepada awak media Agresifnews.co, Senin (11/7/2022).
Dikatakan, dengan tujuan untuk menjadi andalan pendapatan daerah dan juga sebagai sektor pengganti pasca tambang, sudah seharusnya jika pariwisata diperbaiki dari sekarang. Apalagi Paser memiliki sangat banyak potensi wisata, baik wisata alam maupun buatan.
Tahun ini pihaknya akan membenahi objek wisata Danom Layong agar kembali berfungsi, tertata, dan asri. Saat ini pihaknya akan mengusulkan biaya rehab Sarpras ke Anggaran Perubahan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kabupaten Paser Tahun 2022.
“Kami ajukan sebesar Rp.175 juta di APBD perubahan tahun ini,” kata Arya.
Selanjutnya, Disporapar lebih mengutamakan sarpras yang ada seperti jalan masuk, drainase, pompa air, gazebo, rambu-rambu, spot foto dan prasarana kebersihan akan diperbaiki. Selain itu, ia juga menginginkan bangunan yang ada disana bisa dibenahi agar bisa dijadikan stand kios yg bisa diperuntukkan untuk pelaku UMKM.
Kedepannya, pihaknya akan lebih giat mempromosikan, dengan memanfaatkan Duta Wisata dan Puteri Pariwisata yang sudah terpilih pada Juni tahun ini.
“Kita gunakan Duta Wisata dan Puteri Pariwisata untuk mempromosikan objek wisata yang ada,” tandasnya.(fi)







