PASER – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur (DPKH Kaltim) melakukan vaksinasi untuk menangkal penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Paser.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas DPKH Kaltim, Munawwar yang saat dihubungi masih memantau vaksinasi di Kecamatan Muara Komam dan Pasir Belengkong, Paser.
“Sebanyak 950 puluh ekor ternak sedang kita vaksinasi dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU),” ujar Munawwar pada Kamis (4/8/2022).
Ditambahkannya, vaksinasi yang dilaksanakan di beberapa wilayah terdekat dengan daerah yang terwabah PMK diantaranya di Kabupaten Paser masing-masing Kecamatan Paser Belengkong sebanyak 284 ekor dan di Kecamatan Muara Komam 97 ekor.

“Untuk sementara kami fokus pada pemberian vaksin tahap satu, dan nanti akan melanjutkan lagi vaksin tahap dua sehingga total ada 10 ribu vaksin yang akan diberikan,” tegasnya.
Sementara di Kabupaten PPU terdapat tiga desa yang menjadi sasaran vaksinasi, diantaranya Desa Gunung Intan sebanyak 197 ekor, Desa Labangka 197 ekor dan Babulu sebanyak 154 ekor. Ketiga desa tersebut merupakan Kecamatan Babulu.
Munawwar menyampaikan, kegiatan vaksinasi dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan pembagian tugas dengan Tim Gugus Penanganan PMK dan didampingi Pemkab Paser serta Pemkab PPU selama dua hari sejak Rabu (4/8) hingga Kamis ((5/8/2022).
Jumlah vaksinasi yang diberikan, ujarnya, pada tahap satu ini berjumlah 5.000 vaksin. Sedangkan untuk tahap dua dengan jumlah sama yaitu sebanyak 5.000 vaksin akan datang kemudian.
Munawwar juga mengatakan dalam upaya pencegahan PMK di Kaltim, pemerintah bergerak cepat pada wilayah terdekat. Kegiatan vaksinasi tahap satu ini difokuskan pada wilayah yang memiliki radius 10 Kilometer persegi dari wilayah terdampak penyakit berbahaya ini.
“Sebagai bentuk antisipasi PMK, pemerintah juga memiliki wacana menyalurkan 126 ribu vaksin yang masih dalam masa tunggu. Kita juga melaksanakan pemberian desinfektan pada kandang yang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kaltim,” tambahnya.(yan/fi/adv/kominfokaltim)







