Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Bimtek Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Acara bertempat di Ruang Warung Informasi E K Diskominfo Kaltim, pada Rabu (31/8/2022).
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Muhammad Syafranuddin didampingi narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Sri Wulandari dan dihadiri peserta Bimtek dari perwakilan masing-masing Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemprov Kaltim.
Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kaltim, Syafranuddin dalam sambutannya menyampaikan Aplikasi Srikandi merupakan kelanjutan dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD).
“Pada dasarnya Aplikasi Srikandi merupakan integritas antara Pengelolaan Arsip Dinamis secara Instansional berbasis digital melalui Aplikasi SIKD dan secara nasional pada kementerian lembaga dan Pemerintahan Daerah,” jelas Syafranuddin yang akrab disapa “Pak Ivan” ini.
Nantinya diharapkan, beberapa manfaat bagi OPD mampu mengimplementasikan aplikasi tersebut dengan baik, diantaranya memudahkan komunikasi dan koordinasi antar instansi dan pemerintah.
Serta memudahkan akses informasi kearsipan yang diperlukan oleh publik. Selain itu, diharapkan kinerja aparatur meningkat dan lebih optimal dalam mencapai target organisasi serta mendukung upaya penghematan kertas.
Untuk itu, kegiatan Bimtek ini ditargetkan dapat meningkatkan kesadaran dalam tertib arsip diera digitalisasi dengan bertransformasi dari arsip konvensional menjadi arsip elektronik.
Melalui kearsipan berbasis digital dapat merekam dengan baik semua peristiwa sehingga, nantinya akan menjadi akuntabilitas dan memori kolektif bangsa dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Sementara itu, narasumber Sri Wulandari dari Arsip Nasional Republik Indonesia setelah bimtek ini mampu meningkatan mutu penyelenggaraan kearsipan untuk mewujudkan program reformasi birokrasi, yaitu membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, terpercaya, akuntabel dan transparan.
“Ketersediaan sumber daya manusia kearsipan yang terlatih untuk penerapan Srikandi sangat penting dalam rangka implementasi ini. Maka kami mohon kepada bapak ibu memberikan support pada rencana implementasi aplikasi Srikandi ini,” ujarnya. (yan/adv/diskominfokaltim).







