Samarinda – Kebijakan efisiensi anggaran telah menjadi tantangan yang sangat berat dalam berbagai sektor, terutama pada sektor pariwisata. Tidak hanya tekanan anggaran, dampak kontraksi ekonomi global juga menjadi salah satu tekanan yang dihadapi Dinas Pariwisata Kaltim. Salah satu dampak yang paling jelas dirasakan oleh sektor perhotelan ialah turunnya secara drastis angka hunian.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan perlu adanya langkah yang komprehensif dan kebijakan dari pemerintah agar sektor pariwisata tidak mengalami penurunan.
“Tidak dapat kita pungkiri bahwa tingkat hunian hotel mengalami penurunan yang cukup signifikan. Faktor utamanya bukan hanya penghematan anggaran pemerintah, tetapi juga situasi ekonomi global yang turut memengaruhi berbagai sektor,” ungkapnya saat ditemui di kantor Gubernur Kaltim, Jum’at (4/7/2025).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peluang untuk menggerakkan kembali pariwisata masih terbuka lebar. Ia menyoroti bagaimana peran pemerintah daerah yang terus mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan di sejumlah wilayah.
“Bapak Gubernur telah menyampaikan bahwa kegiatan pemerintahan masih dapat digelar secara optimal di wilayah-wilayah seperti Balikpapan dan Kukar. Ini menunjukkan bahwa peluang masih terbuka, sepanjang kegiatan direncanakan secara bijaksana,” jelasnya.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi salah satu kunci dalam memperkuat daya saing pariwisata di Kaltim. Dia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersinergi dalam menciptakan inovasi dan terobosan baru.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan tren wisatawan yang kini lebih mengutamakan pengalaman unik dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata berbasis kearifan lokal dan pelestarian lingkungan harus menjadi prioritas.
Dia sangat optimistis bahwa dengan kerja sama dan inovasi, sektor pariwisata Kaltim dapat bangkit dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap program pengembangan pariwisata.
Dengan berbagai upaya tersebut, Dinas Pariwisata Kaltim yakin dapat membawa sektor pariwisata menuju era kebangkitan baru yang lebih inovatif dan berdaya saing tinggi.
“Kita perlu menyalakan kembali energi pariwisata melalui kegiatan-kegiatan produktif seperti festival budaya, pameran, event olahraga, dan hiburan. Semua itu mampu memberikan dampak ekonomi yang berlapis,” tegasnya. (Slm/ADV/Diskominfo)







