SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor melantik Direktur Operasional dan Manajemen Risiko Bank Kaltimtara, Muhammad Edwin, bertempat di ruang Pendopo Odah Etam, komplek Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin (29/8/2022).
Turut hadir dalam acara pelantikan ini Komisaris Utama Zainuddin Fanani dan Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad dan jajaran Bankaltimtara lainnya. Dalam sambutannya, Isran Noor mengatakan peran Direktur Operasional Manajemen Risiko (Risk Manager) pada suatu perusahaan perbankkan menjadi bagian penting dan strategis.
“Dengan tanggung jawab yang besar, risk manager (manajer resiko) harus memiliki wawasan yang luas dan skill (kemampuan) dalam menunjang pekerjaannya,” ungkapnya.
Isran mengucapkan selamat kepada Muhammad Edwin dan gubernur memuji jika Edwin adalah pejabat perbankkan yang memiliki kecakapan dan memenuhi kriteria yang tepat pada jabatan manajer resiko tersebut.
“Jabatan Direktur Operasional dan Manajemen Risiko berkaitan dalam Perencanaan, Perancangan, dan Implementasi proses manajemen risiko secara keseluruhan dalam kepentingan bisnis perusahaan,” sebut Isran.
Isran menambahkan, kinerja Bankaltimtara dalam mengintensifkan ekspansi kredit serta perbaikan kualitas kredit dalam mendongkrak kinerja pada 2022. Ekspansi kredit yang dilakukan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memenuhi Rasio Pembiayaan Inklusif Makro-prudensial (RPIM) sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.23/13/PBi/2021 dengan target sebesar 20 persen pada akhir desember 2022.
Isran juga berharap, dalam melakukan ekspansi kredit mitigasi risiko juga tetap dijalankan. Agar rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan tetap terjaga.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Manajemen Risiko Bankaltimtara Muhammad Edwin menyampaikan harapan agar posisi baru yang dijabatnya didukung oleh semua orang, agar amanah yang diberikan, dapat dilaksanakan dengan baik.
Edwin juga berharap Bankaltimtara dapat terus berupaya melakukan inovasi dalam pelayanan yang terus dikembangkan.
“Dengan dukungan seluruh stakeholder secara profesional dan harmonis akan menjadikan Bankaltimtara lebih baik dan berkesinambungan,” ujarnya.
Dari data dibagikan total aset Bankaltimtara yang telah terealisasi pada akhir tahun 2021 sebesar Rp 33,133 triliun atau 9,60 persen. Total dana pihak ketiga bank yang berhasil direalisasikan sebesar Rp 25,693 triliun atau 10,71 persen. Sementara laporan laba bersih pada tahun 2021 tercatat Rp 308,7 miliar atau tumbuh sebesar 11,47 persen. Sedangkan data nilai Dividen Pemerintah Provinsi Kaltim mencapai Rp 60,8 miliar. (yan/ adv/kominfokaltim)







