Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi ancaman serius yang memerlukan perhatian dan tindakan bersama. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menginisiasi Jambore Dalkarhutla atau Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sebagai bentuk panggilan moral dan tanggung jawab menjaga lingkungan.
Ia pun menyampaikan Momen Jambore Dalkarhutla ini menjadi wadah edukasi dan pelatihan bagi para peserta. Mereka diajarkan teknik deteksi dini kebakaran, manajemen risiko, serta bagaimana melakukan pencegahan yang efektif.
Agenda ini dilaksanakan di kawasan Kebun Raya Universitas Mulawarman, Jalan Poros Samarinda–Bontang Km 12, dan kegiatan ini merupakan inisiasi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan, dr. H. Sulaiman Umar Sidiq, Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, sejumlah pejabat tinggi kementerian seperti Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal, serta para deputi kementerian. Pimpinan perusahaan, perwakilan perguruan tinggi, dan unsur Forkopimda Kaltim juga turut serta dalam kegiatan tersebut.
Peserta jambore pun juga turut memadati kegiatan, mulai dari TNI-Polri, Komponen Cadangan (Komcad), pemerintah daerah, kalangan mahasiswa, pelajar, hingga perwakilan perusahaan.
Selain itu, acara ini juga memperkuat jaringan komunikasi antar pemangku kepentingan, sehingga respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
“Ini merupakan panggilan moral dan tanggung jawab bersama untuk menjaga serta melindungi bumi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Jambore ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk kekompakan berbagai pihak untuk melindungi masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla bergantung pada partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya satu pihak.
“Upaya ini tidak hanya untuk melindungi kehidupan saat ini, tetapi juga untuk menjamin masa depan generasi penerus, anak cucu kita.” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara tuntas dan terkoordinasi. Dan dia berharap, kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang memberi dampak nyata bagi perlindungan hutan dan lahan di Kaltim.
Para peserta Jambore juga mengapresiasi langkah inisiatif dari pemerintah daerah yang dinilai semakin responsif terhadap isu lingkungan strategis ini.
“Diperlukan komitmen kolektif, langkah cepat, kerja bersama yang terorganisasi, dan penanganan yang tepat serta menyeluruh dalam mengendalikan karhutla di Kalimantan Timur,” jelasnya. (Slm/ADV/Diskominfo)







