Samarinda — Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan tekad pemerintah provinsi untuk mewujudkan kemandirian pangan di seluruh wilayah Kaltim.
Ia menjelaskan strategi dan langkah konkret yang tengah diupayakan agar setiap kabupaten dan kota mampu mandiri dalam hal ketahanan pangan. Menurutnya, masa depan ketahanan pangan Kaltim harus menjadi prioritas utama.
“Kami menargetkan agar seluruh wilayah, dari kabupaten hingga kota, dapat berdiri mandiri dalam hal ketahanan pangan,” ujarnya di kantor Gubernur Kaltim, Rabu (6/8/2025).
Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperbaiki jalur distribusi pangan. Dengan membuka dan memperbaiki akses transportasi, khususnya jalur darat, distribusi bantuan pangan bisa semakin lancar dan merata ke seluruh daerah.
Hal ini ia sampaikan seiring dengan langkah konkret Pemprov Kaltim dalam mengatasi persoalan distribusi bahan pangan yang masih menjadi tantangan di beberapa daerah, salah satunya Kabupaten Mahakam Ulu. Ini dikarenakan Mahulu saat ini tengah mengalami kekeringan serta penurunan debit air sungai yang cukup signifikan.
“Sebagai respon atas kondisi tersebut, kami mengupayakan distribusi bantuan melalui jalur darat, yang kini telah mulai dibuka dan dikerjakan secara bertahap oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.
Target ini disusun sebagai respons atas tantangan pangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Kondisi yang menuntut kemandirian pangan ini juga beriringan dengan upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Dalam menghadapi fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk distribusi, Pemprov Kaltim mengambil peran aktif.
Implementasi kemandirian pangan ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari petani lokal, pemerintah daerah, hingga swasta. Pemerintah menyiapkan program-program pendukung yang mempermudah petani mendapatkan benih unggul, pupuk, dan teknologi pertanian yang lebih modern.
Di sisi lain, peran serta masyarakat juga sangat penting dalam mendukung konsep kemandirian pangan. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memanfaatkan lahan pekarangan dan pertanian urban sebagai sumber pangan alternatif.
Ia pun menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan sumber daya pangan lokal dan pengelolaan hasil panen agar tidak mubazir. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan pemahaman dan kesadaran masyarakat soal ketahanan pangan semakin meningkat.
Berbagai upaya inovasi juga tengah dikembangkan, seperti pemanfaatan teknologi informasi untuk pemantauan stok pangan serta sistem distribusi yang lebih efisien. Hal ini bertujuan agar ketersediaan pangan selalu terjaga dalam kualitas dan kuantitas yang baik.
Pemerintah juga berupaya mengatasi kendala alam yang kerap menganggu pasokan pangan, seperti banjir atau kekeringan. Skenario tanggap darurat dan mitigasi risiko pun disiapkan sedini mungkin agar ketahanan pangan tetap terjamin.
“Langkah ini juga berkaitan erat dengan pengendalian inflasi. Kami ingin menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kalimantan Timur,” tambahnya. (Slm/ADV/Diskominfo)







