SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) oleh Presiden Jokowi. Dengan demikian, dipastikan akan banyak dampak positif yang akan diterima pulau berjulukan Bumi Etam ini.
Selain itu, banyak orang yang ingin mengetahui informasi mengenai Kaltim, khususnya wilayah-wilayah yang masuk dalam lingkungan IKN. Sehingga diperlukan perhatian khusus bagi OPD terkait, diantaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim.
Sebelumnya, Kepala DPK Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya meningkatan pelayanan demi menyongsong hadirnya IKN di Kaltim. Mulai dari penguatan perpustakaan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), hingga perpustakaan daerah. Termasuk penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, yakni Pustakawan dan Arsiparis.
“Kaltim jadi Ibu Kota, tentu akan menjadi daya tarik bagi banyak orang. Publik ingin banyak mengetahui informasi mengenai Kaltim, PPU dan daerah-daerah sekitar IKN. Ini penting untuk kita siapkan sebagai OPD yang memang menyediakan berbagai informasi itu. Pemustaka akan banyak berdatangan ke perpustakaan untuk mencari informasi. Tapi tentunya juga kita akan upayakan peningkatan SDM,” ujar HM Syafranuddin beberapa waktu lalu.
Pustakawan DPK Kaltim Patimah Irni menyebut, minat masyarakat luar Kaltim untuk menggali informasi tentang Kaltim ternyata cukup tinggi. Salah satu tempat yang banyak didatangi mereka adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim.
“Selama ada IKN, setiap minggu pasti ada Pemustaka dari luar datang ke sini untuk mencari informasi mengenai Kaltim dan wilayah-wilayah IKN. Tapi justru orang Kaltim sendiri yang sedikit,” ujarnya.
Ditanya mengenai koleksi buku-buku apa saja yang banyak dicari oleh Pemustaka luar Kaltim, Patimah Irni menyebut, mayoritas koleksi buku-buku yang dicari adalah koleksi buku-buku langka mengenai sejarah Kaltim, sejarah wilayah-wilayah yang ada di Kaltim, khususnya mengenai Penajam Paser Utara.
“Saya tidak hafal cuma saya ada datanya. Kebanyakan yang dicari buku sejarah ya dan macam-macam,” pungkasnya. (end/adv/dpkkaltim)







