SAMARINDA – Pameran bertajuk Borneo Explore Tahun 2022 sedang berlangsung di Atrium Big Mall Samarinda dan dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal pada Rabu, (23/3/2022).
Mewakili Gubernur Kaltim, Muhammad Faisal menjelaskan jika pameran ini sebelumnya bernama Kaltim Fair dan merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kaltim . Penyelenggara merangkul pemerintah daerah, investor, dunia usaha, serta masyarakat umum yang memiliki usaha rumahan.
“Expo ini sangat penting, tidak saja bagi kalangan usahawan yang menjadikannya sebagai media promosi, akan tetapi juga sangat penting bagi pemerintah, perusahaan besar swasta, investor dalam negeri dan asing serta masyarakat luas,” jelasnya.
Borneo Explore dapat menjadi ajang saling bertukar informasi perdagangan, peluang usaha hingga mewujudkan transaksi jual beli antara pemilik usaha dan pengunjung, baik dalam skala kecil maupun skala besar.
“Terutama, saat ini kita dihadapkan dengan pembangunan Ibukota Negara, Ibu Kota Nusantara yang nantinya pasti akan sangat berpengaruh pada semua sektor pembangunan dan sektor kehidupan di Kaltim,” ujar Faisal.

Dalam kesempatan ini Faisal juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), sebagai usaha bersama untuk memakai produk lokal dan membeli produk daerah dalam rangka membangun pertumbuhan ekonomi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kaltim, terutama warga Samarinda untuk berkunjung dan menyukseskan Borneo Explore Kaltim 2022 ini sebagai bentuk dukungan kepada produk lokal,” harapnya.
Borneo Explore Kaltim 2022 ini menghadirkan 75 stand selama lima hari terhitung sejak tanggal 23-27 Maret 2021. Setiap stand tertata rapi dan menampilkan produk barang dalam negeri, jasa perbankan dan keuangan, termasuk beberapa perusahaan di bidang infrastruktur, energi, industri, dan jasa yang merupakan produk dari perusahaan berskala besar.
Penyelenggara kegiatan, Direktur PT. ADW Bersaudara Group, Windi Wardhani mengatakan ada 75 stand terdiri dari 42 stand dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terdapat juga terdapat empat stand otomotif dan 29 stand UMKM di Kaltim.(yan)







