Samarinda — Evaluasi besar-besaran terhadap keamanan Big Mall Samarinda menjadi sorotan publik setelah peristiwa kebakaran yang terjadi belum lama ini. Dalam diskusi yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sayid Muziburrachman, menegaskan pentingnya tindakan lanjutan untuk memastikan keamanan pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah merencanakan upaya konkret untuk mendalami akar permasalahan keamanan di Big Mall, terutama terkait instalasi listrik dan struktur bangunan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami rencanakan akan memanggil beberapa pengelola Big Mall, karena akibat kebakaran pertama itu instalasi listrik perlu pemeriksaan menyeluruh, dan struktur bangunan harus dikaji kembali. Semoga nanti pemerintah juga menyiapkan tim investigasi khusus,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Daerah ke-XI Partai Golkar Kaltim di Hotel Mercure Samarinda, Sabtu (19/7/2025).
Ia menilai, sebagai pusat aktivitas ekonomi warga Samarinda, Big Mall harus mematuhi standar keamanan bangunan secara ketat. Ia menyoroti adanya potensi pengawasan yang lalai terhadap sistem kelistrikan dan perlindungan kebakaran di area komersial tersebut.
Kebakaran ini pun juga terjadi setelah sebelumnya terjadi insiden kebakaran yang pertama pada Selasa (3/6/2025), yang diduga dipicu korsleting listrik dan menyebabkan tujuh orang dilarikan ke rumah sakit, dinilai sebagai tanda adanya masalah mendasar.
Dan ia pun menegaskan, perlunya investigasi menyeluruh guna memastikan keamanan bagi para pengunjung maupun karyawan di mall tersebut. Kerja sama antara pihak pengelola, pemerintah, dan legislatif menjadi kunci utama dalam proses evaluasi dan perbaikan ke depan.
Lebih lanjut, dia menekankan akan pentingnya kehadiran tim investigasi khusus yang ditugaskan pemerintah demi transparansi dan akuntabilitas dalam mengurai penyebab kebakaran.
“Semoga nanti pemerintah juga menyiapkan tim investigasi khusus,” tuturnya.
Selain membahas aspek teknis bangunan, dia juga menyoroti urgensi Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan sistem penanggulangan kebakaran. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap Perda tersebut, dengan alasan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap kinerja Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Saya sangat mendukung Perda itu karena tingkat kepercayaannya Damkar sangat tinggi di mata masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan terhadap Perda Damkar ini dinilai penting karena bakal memperkuat regulasi dan mekanisme penanggulangan bencana kebakaran di kawasan publik, khususnya pusat perbelanjaan yang padat aktivitas seperti Big Mall Samarinda.
Langkah berikutnya yang direncanakan adalah mengintensifkan komunikasi lintas pihak, baik di tingkat pemerintah maupun legislatif daerah. Ia menegaskan akan berupaya berkoordinasi dengan rekan-rekannya di PRT Kaltim untuk merealisasikan rencana evaluasi dan peningkatan keamanan tersebut.
“Kami akan mencoba komunikasikan dengan teman-teman di PRT Kaltim agar rencana ini bisa terlaksana,” katanya.
Diskusi yang berlangsung di Hotel Mercure ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan stakeholder penting, yang menyatakan siap bersinergi demi keamanan dan pelayanan maksimal bagi masyarakat Samarinda.
Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti hasil komunikasi efektif yang dijalin bersama anggota legislatif. Semua pihak menaruh harapan agar bencana kebakaran tak lagi terjadi berkat evaluasi serta pengawasan ketat yang segera dilaksanakan.
Dengan adanya perhatian khusus dari DPRD Kaltim, masyarakat Samarinda optimis bahwa standar keamanan di pusat-pusat keramaian, termasuk Big Mall, dapat terus ditingkatkan demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







