Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mendorong pengembangan energi listrik berbasis limbah kelapa sawit sebagai solusi konkret untuk mengatasi kesenjangan elektrifikasi di wilayah terpencil.
Ia menilai, potensi besar yang selama ini tersembunyi dalam limbah sawit harus dikelola secara strategis dan kolaboratif untuk menjangkau desa-desa yang belum teraliri listrik secara penuh.
“Energi dari pabrik sawit bisa kita salurkan ke masyarakat sekitar melalui pengaturan sistem PLN. Ini langkah konkret yang harus diperluas,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud di Samarinda, Sabtu (19/7/2025).
Masih banyak desa di Kalimantan Timur yang belum menikmati listrik secara utuh. Gubernur Harum menilai langkah PLN untuk menargetkan seluruh desa teraliri listrik secara penuh pada 2027 belum cukup. Ia mengajak semua pihak untuk mempercepat elektrifikasi melalui pendekatan nonkonvensional yakni memanfaatkan excess power atau kelebihan daya dari industri kelapa sawit.
Dengan mengolah limbah seperti tandan kosong, cangkang, hingga limbah cair sawit menjadi biomassa atau biogas, maka pasokan listrik bisa disediakan dalam skala kecil maupun menengah.
Menurutnya, pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber listrik akan mendatangkan dua manfaat utama sekaligus: mempercepat elektrifikasi wilayah terpencil dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dengan mengurangi emisi karbon.
Gubernur Harum menyerukan agar peluang ini digarap serius melalui sinergi antara PLN, pelaku industri sawit, investor, dan pemerintah daerah. (Slm/ADV/Diskominfo)







