SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Hadi Mulyadi mendapatkan kesempatan untuk didata dalam kegiatan Sensus Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim (BPS Kaltim) pada Kamis (20/10/2022).
Petugas pencacah yang datang langsung ke rumah dinas Wagub, disambut hangat oleh Hadi Mulyadi. Dirinya mengajak masyarakat Kaltim untuk menyukseskan pendataan Regsosek tahun ini dengan memberikan data yang jujur dan benar.
“Harapan kita kepada masyarakat bisa akomodatif dalam pendataan Regsosek 2022, yang akan dilakukan petugas yang sebelumnya direkrut Badan Pusat Statistik (BPS), mulai 15 Oktober – 14 November 2022, di seluruh tanah air termasuk di Provinsi Kaltim,” ujar Hadi Mulyadi.
Selain akomodatif, lanjut Hadi, kiranya masyarakat juga bisa memberikan data dengan benar, sehingga peta perekonomian bisa lengkap, sempurna dan utuh, sehingga pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Kepada masyarakat kita juga harapkan bisa membantu di dalam pelaksanaan pendataan ini, dengan menjadi responden dan menerima petugas kemudian memberikan jawaban yang sebenarnya dengan jujur, sehingga data yang dihasilkan akan berkualitas dan berfungsi untuk menentukan target program pembangunan,” pesan Hadi Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (PBS) Provinsi Kaltim Yusniar Yuliana yang ikut mendampingi petugas pendataan Regsosek 2022, mengatakan pendataan Regsosek bagi seluruh penduduk di Kaltim akan didata. Jumlah petugas yang bertugas di lapangan sebanyak 6.400 seluruh Kaltim.
“Dan setiap petugas itu kurang lebih sekitar 250 sampai 300 kepala keluarga yang bisa di data mulai 15 Oktober sampai 14 November 2022. Jadi angka 3,8 juta penduduk Kaltim itu semua akan didata oleh petugas di lapangan,” tegasnya.
Yusniar menambahkan, kegiatan akan dilaksanakan pada 15 Oktober hingga 14 November 2022 mendatang. Adapun informasi yang dikumpulkan yaitu kondisi rumah, pendidikan kesehatan dan ekonomi
“Sebenarnya banyak manfaatnya seperti misalnya, mengintegrasikan sistem informasi dari program eksisting untuk memberikan gambaran lengkap penerima manfaat. Selain itu dengan Regsosek nantinya diharapkan terjadinya pemetaan terpusat agar penyaluran program tepat sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas dan administrasi,” jelasnya.
Yusniar mengharapkan masyarakat agar bisa membantu petugas dalam pelaksanaan kegiatan Regsosek ini, dengan menjadi responden menerima petugas kemudian memberikan jawaban yang sebenarnya dengan jujur, sehingga nanti datanya yang dihasilkan akan berkualitas.(yan/adv/kominfokaltim)







