Samarinda – Kalimantan Timur tengah menghadapi bencana hidrometeorologi yang cukup besar, terutama di wilayah Samarinda hingga Mahakam Ulu. Banjir yang melanda beberapa daerah ini menimbulkan kerugian dan kesulitan bagi masyarakat setempat. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. H. Seno Aji, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait kondisi sungai Mahakam yang sudah mengalami pendangkalan parah akibat tidak dikeruk selama puluhan tahun. Ia menjelaskan bahwa pengerukan sungai menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi beban air dan mempercepat aliran air ke hilir.
“Ada bencana daerah yang cukup besar mulai dari Samarinda sampai ke Mahakam Ulu dan kami juga diskusi dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) untuk segera melakukan pengecekan di sungai Mahakam dan danau-danau Semayang dan sekitarnya,” ujar Seno Aji, Selasa (27/5/2025).
Menurutnya, pengerukan sungai Mahakam sudah sangat mendesak karena sudah 25 tahun tidak dilakukan. Kondisi tersebut menyebabkan pendangkalan yang memperparah risiko banjir di wilayah hilir. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengadakan program pengerukan sungai Mahakam.
“Kami meminta Kementrian PU untuk ada program pengerukan sungai Mahakam. Karena ini akan menjadi pengurangan beban yang besar dan air bisa cepat turun ke hilir nantinya,” tambahnya.
Banjir yang terjadi pada Selasa (27/5/2025) di Kota Samarinda telah menyebabkan genangan air di 17 titik dengan ketinggian muka air antara 10 hingga 60 cm. Selain merendam pemukiman warga, fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit juga terdampak. Hujan lebat disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa titik.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan status darurat bencana guna mengoptimalkan penanganan bencana ini. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana seperti perahu karet dan alat berat untuk penanganan banjir dan longsor.
Penanganan bencana di Kalimantan Timur ini menjadi prioritas utama agar dampak bencana dapat diminimalkan dan masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. (Slm/ADV/Diskominfo)







