Samarinda – Pentingnya pendidikan berbasis nilai lokal, merupakan salah satu kunci kebangkitan daerah. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah, menjelaskan bahwa untuk menjadikan Kaltim lebih mandiri dan berdaya saing, sistem pendidikan harus mampu membangun generasi penerus yang mengerti dan menghayati nilai-nilai daerah.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal transfer pengetahuan, tapi juga harus mencerminkan karakter serta kearifan lokal yang khas Kalimantan Timur.
“Kalau kita ingin Kaltim bangkit dengan kekuatannya sendiri, pendidikan harus mencerminkan karakter dan kearifan daerah ini,” jelasnya di kantor DPRD Kaltim, Selasa (12/8/2025).
Ia pun menggarisbawahi bahwa pendidikan berperan penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan pembangunan yang terus berkembang di masa depan.
Dia juga mencontohkan, bagaimana pembelajaran yang berbasis pada sektor unggulan daerah, keterampilan praktis, dan inovasi berbasis komunitas akan membuat lulusan sekolah dan perguruan tinggi lebih siap bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Pendidikan bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tapi juga membentuk generasi yang bisa menjawab tantangan pembangunan Kaltim di masa depan,” katanya.
Lebih jauh, politisi PKS itu menyatakan bahwa pendidikan harus menjadi alat perubahan sosial yang mendorong kemandirian daerah. Ia menegaskan bahwa Kaltim tidak bisa lagi hanya menjadi penyalin kebijakan dari pusat, melainkan harus memiliki identitas dan strategi yang mandiri.
Ia pun mendorong agar pemerintah daerah diberikan kewenangan lebih luas untuk merumuskan arah pendidikan, tanpa terlalu terikat pada format pusat.
Menurutnya, kolaborasi konkret antara pemerintah, institusi pendidikan, pelaku usaha, dan komunitas lokal menjadi kunci menciptakan sistem pendidikan yang efektif sekaligus membumi.
“Pendidikan harus menjadi jalan perubahan sosial dan kemandirian daerah. Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penyalin kebijakan pusat. Kita harus punya identitas dan strategi sendiri,” tegasnya. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







