Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyuarakan dukungan atas pencabutan larangan kegiatan di hotel sebagai langkah strategis untuk mendorong produktivitas instansi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus dilihat dari sisi kolaborasi yang saling menguntungkan antar berbagai pihak.
Bagi sektor perhotelan, langkah ini bukan hanya mengembalikan sumber pendapatan yang sempat hilang, tetapi juga membuka peluang kemitraan yang lebih sehat antara pemerintah dan dunia usaha.
Ia juga menjelaskan pentingnya sinergi antara anggaran pemerintah dan pelaku usaha di sektor perhotelan. Ia menekankan bahwa kegiatan di hotel bukan sekadar transaksi, melainkan peluang untuk membangun kerja sama yang luas.
“Ini momentum untuk membangun kembali kerja sama, bukan semata soal transaksi keuangan. Yang lebih penting adalah kolaborasi saling menguntungkan, memanfaatkan anggaran secara efektif, dan memberi dampak positif yang lebih luas,” ujarnya di kantor DPRD Kaltim, Selas (12/8/2025).
Dia melihat pelarangan kegiatan di hotel selama ini telah membatasi ruang gerak instansi pemerintahan dan swasta dalam menyelenggarakan berbagai acara yang dapat meningkatkan kinerja serta produktivitas mereka. Dengan membatalkan larangan tersebut, diharapkan akan tercipta suasana kerja yang lebih efektif.
Menurutnya, keberadaan kegiatan di hotel juga memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Hotel sebagai lokasi acara menjadi sumber pendapatan tidak hanya bagi pengelola hotel, tetapi juga pelaku usaha di sekitar, seperti katering, transportasi, dan penyedia jasa lainnya.
“Kegiatan di hotel seharusnya mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja instansi, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal,” tambahnya.
Lebih jauh, ia pun mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi ini akan membantu mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







