SAMARINDA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintah Pusat kini telah berjalan di 27 sekolah di Kaltim. Program ini mencakup jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga SMA/SMK, dan tersebar di Kota Samarinda, Balikpapan, serta Kabupaten Penajam Paser Utara.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan jika program tersebut memberikan dampak positif yang luas. Tak hanya dari sisi kesehatan dan tumbuh kembang anak, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
“Setelah kami lihat turun ke lapangan melihat SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), melihat dapur makan bergizi gratis, ternyata hal ini juga membuka banyak lapangan pekerjaan, khususnya di Kaltim yang kita lihat ini,” ujar Ananda, Senin (26/5/2025).
Ia mencontohkan kunjungannya ke salah satu dapur produksi milik Pak Tigor di Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu. Dapur tersebut setiap harinya menyediakan makanan bagi 3.500 siswa. Menurutnya, proses penyediaan bahan baku dapur tersebut sepenuhnya melibatkan para petani lokal, sehingga permintaan terhadap hasil tani ikut meningkat.
“Dapur-dapur makan bergizi ini kan mendapat suplai bahan dari para petani lokal. Bahkan, permintaan suplai menjadi bertambah. Ini prospek yang positif bagi petani untuk menambah lebih produksinya,” terangnya.
Meskipun demikian, para petani lokal masih menghadapi kendala dalam hal permodalan. Ia mendorong pemerintah agar dapat memberikan kemudahan akses modal guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pengawasan yang menyeluruh dalam pelaksanaan program ini. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada sinergi antarlembaga, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“OPD terkait pun seperti Dinas Kesehatan juga kami harapkan bisa berperan aktif untuk nilai gizinya. Dinas Pendidikan sebagai penerima manfaatnya dan juga tentunya Dinas Pertanian, karena ini juga menyambut programnya Pak Prabowo terkait swasembada pangan. Jadi ini bisa menjadi satu program yang bisa satu kesatuan,” pungkasnya.
Legislator PDI-P ini berharap. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi untuk peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (adv/dprdkaltim)







