SAMARINDA – Capaian realisasi investasi Kaltim tahun 2022 memecah rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, capaian realisasi investasi Kaltim di tahun 2022 melebihi dari yang ditargetkan, yakni Rp 57,75 triliun dari target realisasi Rp 54 triliun.
Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto dalam konfrensi pers menjelaskan, kenaikan terdiri atas PMDN sebesar Rp 39,59 triliun, dengan 6.706 proyek. Sedang PMA naik sebesar Rp 18,17 triliun, dengan 1.005 proyek. Menurut dia, jika dikomparasikan dengan target realisasi investasi tahun 2022,maka capaian 106,97 persen dengan total 7.711 proyek.
Lebih lanjut Puguh merincikan, total tenaga kerja yang terserap di PMDN sebanyak 39.792 orang. Terdiri dari tenaga kerja Indonesia sebanyak 39.753 orang dan tenaga kerja asing 39 orang. Sedang total tenaga kerja yang terserap untuk PMA 16.631 orang, yang terdiri dari tenaga kerja Indonesia 16.247 orang dan tenaga asing 384 orang.
Masih terang Puguh, di level nasional, realisasi investasi PMDN bulan Januari hingga Desember 2022 menempati urutan ke-5 setelah DKI Jakarta. Sedang PMA berada di urutan ke 10 setelah Sulawesi Tengah.
“Tahun 2022, ada 3 negara menjadi investor terbesar. Singapura, Tiongkok dan Malaysia,” sebutnya.
Subsektor lain yang juga memberikan kontribusi besar untuk realisasi investasi di Kaltim, kata Puguh, adalah industri mineral non logam, sebesar US$216, 01 juta atau Rp 3,09 triliun dan subsektor tanaman pangan, perkebunan dan perternakan.
“Secara keseluruhan terdapat sekitar 19 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai realisasi investasi PMA di 2022,” tutupnya. (eha)







