Samarinda – Pentingnya penyeimbangan anggaran antara berbagai sektor, khususnya antara infrastruktur, olahraga, dan media, menjadi sorotan tajam dari anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Prabowo. Ia mengingatkan agar fokus pembangunan tidak hanya tertuju pada infrastruktur semata, tetapi juga memperhatikan sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas utama karena menjadi tulang punggung kemajuan daerah. Namun, sektor lain seperti olahraga yang berkaitan dengan pembinaan cabang olahraga (cabor) dan media juga memiliki peran penting yang tidak boleh diabaikan.
“Fokus pada infrastruktur itu penting, kami mengerti. Tapi sektor lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti olahraga dan media, jangan sampai terabaikan,” tegasnya, di kantor DPRD Kaltim, Senin (28/7/2025).
Dalam pembahasan anggaran daerah, politisi PAN itu mengungkapkan adanya kekhawatiran bahwa sektor olahraga dan media akan menjadi pihak yang paling terdampak jika penentuan anggaran hanya fokus pada pembangunan fisik.
Ia pun menjelaskan, bahwa olahraga tidak hanya sekadar mengejar prestasi, tetapi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda. Begitu pula dengan media yang sangat berperan dalam menjaga keterbukaan informasi dan akuntabilitas pemerintahan.
“Kalau berbicara prioritas, tentu infrastruktur menjadi tulang punggung. Tapi jangan sampai pembinaan cabor dan peran media dianggap pelengkap,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rekan-rekannya di DPRD Kaltim juga sudah menyuarakan aspirasi serupa, yaitu agar anggaran daerah dapat diatur secara proporsional sehingga semua sektor merasakan dampak pembangunan secara adil.
Menurutnya, pengelolaan anggaran yang seimbang juga dapat meminimalisir ketimpangan pembangunan di berbagai sektor, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai wakil rakyat, ia bertugas memastikan aspirasi masyarakat dari berbagai sektor dapat terakomodasi dengan baik dalam penganggaran daerah. Ini termasuk memastikan tidak ada satu sektor pun yang mendapatkan perhatian kurang.
“Rekan-rekan di DPRD juga sudah menyuarakan hal yang sama. Intinya, kami ingin setiap kebijakan anggaran berjalan berimbang, tanpa ada sektor yang merasa diabaikan,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerataan anggaran ini tidak hanya penting untuk menyejahterakan masyarakat secara fisik, tapi juga untuk mendukung kualitas hidup melalui olahraga dan informasi yang sehat.
Kedepan, harapannya DPRD Kaltim dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengawal jalannya anggaran agar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, baik sektor fisik maupun sosial.
“Kita ingin semua kepentingan masyarakat tersentuh secara proporsional. Jangan sampai ada yang merasa tertinggal,” tegasnya. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







