BALI – Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim), Restiawan Baihaqi menjelaskan keikutsertaan pameran terbesar internasional bertajuk “Bali Beyond and Travel Fair (BBTF)” yang diikuti oleh beberapa Negara di dunia.
BBTF 2022 merupakan pameran pariwisata yang fokus mempromosikan sektor pariwisata kepada dunia dengan mempertemukan 270 buyers (pembeli) dari 30 negara diantaranya Australia, Belanda, Malaysia, Singapura, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Nigeria dengan 183 sellers dari 30 kabupaten/kota di 13 provinsi di Indonesia.
Dijelaskan Baihaqi, Dispar Kaltim dalam partisipasinya dalam BBTF diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melalui usaha dan industri perjalanan wisata.
“Kami ingin Kaltim dapat lebih dikunjungi para wisatawan nusantara maupun mancanegara dengan paket-paket wisata yang sudah matang kita siapkan. Saat ini momen kebangkitan kunjungan pariwisata telah dimulai dari Bali sebagai jantungnya Pariwisata Indonesia,” ujar Baihaqi dalam rilis yang diterima redaksi pada Kamis malam (16/5/2022).
Bertempat di di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua Bali, Dispar Kaltim membawa dua usaha wisata yakni Travydoor Tour dan Travel serta PT. Surga Hijau Lestari yang merupakan mitra dari Dispar dalam memasarkan paket-paket wisata, khususnya wisata bahari (wisata laut dan pantai) maupun ekologi wisata (wisata alam).
Dijelaskan Baihaqi, jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke Kaltim masih rendah yaitu hanya berjumlah 882 pada triwulan II tahun 2022. Kunjungan ini juga tidak seluruhnya untuk berwisata namun ada juga yang hanya untuk keperluan bekerja dalam waktu yang terbatas. Sedangkan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kaltim berjumlah 445.414 orang.
Ditempat yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat membuka Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 mengatakan, jika kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi bagi pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Targetnya, kunjungan turis domestik maupun mancanegara kian naik, kian pulih, mendekati kunjungan sebelum pandemi Covid-19 sebelum tahun 2020. Apalagi saat ini trennya bukan lagi pariwisata massal (mass tourism) ke arah jenis pariwisata perorangan yang lebih menekankan kualitas,” jelasnya.
Menteri Sandi mendukung Bali & Beyond Travel Fair 2022 akan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka peluang usaha sekaligus membuka lapangan kerja.
“Target nilai transaksi dalam BBTF 2022 sebesar Rp 5,2 triliun atau meningkat 22 persen dibandingkan realisasi transaksi di BBTF 2021 sebesar Rp 4 triliun. Ke depan mengarah ke wellness tourism, health tourism, sport tourism, dan MICE atau Meeting, Incentive, Convention, Exhibition,” ujar Sandiaga.(yan/adv/kominfokaltim)







