Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, mendesak Pemerintah Provinsi untuk menunjukkan komitmen nyata dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses. Ia menegaskan bahwa masukan yang dibawa para legislator ke forum resmi bukan sekadar formalitas.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang dihimpun berasal langsung dari lapangan dan mencerminkan kebutuhan riil warga.
“Apa yang kami bawa dalam forum resmi ini bukan cerita fiktif. Itu murni suara dari masyarakat di lapangan. Pemerintah harus menunjukkan komitmen nyata,” ujarnya di kantor DPRD Kaltim, Minggu (10/8/2025).
Menurutnya, banyak masyarakat yang merasa kecewa akibat kurangnya penjelasan terkait keterlambatan atau tidak terealisasinya berbagai program pembangunan. Hal ini menimbulkan salah paham yang merugikan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Kurangnya penjelasan membuat masyarakat salah paham dan kecewa. Mereka berhak tahu alasan di balik keterlambatan atau tidak terealisasinya program,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagian besar aspirasi yang diterima menyangkut kebutuhan mendesak seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, serta penguatan layanan kesehatan. Kondisi ini, menurutnya, menuntut pemerintah bersikap lebih transparan dan proaktif.
Selain menyoroti kinerja eksekutif, dia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan internal DPRD. Ia menekankan, kehadiran anggota dewan dalam rapat paripurna sangat vital untuk menjaga jalannya fungsi legislasi, terlebih dengan adanya aturan baru terkait absensi.
“Jika ada anggota dewan bolos enam kali berturut-turut tanpa alasan jelas, fraksi harus memberi teguran. Kita tidak bisa terus menunda rapat karena kuorum tidak tercapai. Ini soal amanah rakyat,” katanya.
Dia menekankan tujuan utama dari kegiatan reses adalah untuk membawa hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia ingin agar aspirasi yang disampaikan tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan bisa diwujudkan dalam bentuk program yang bermanfaat.
“Tujuan kita sama: membawa hasil nyata untuk rakyat. Bukan sekadar catatan di kertas, tapi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelasnya. (adv-DPRD Kaltim-Salim)







