Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, kembali menegaskan pentingnya fokus pemerintah dalam menangani sektor pendidikan di wilayah Kalimantan Timur. Menurutnya, meski program sekolah gratis sudah berjalan, sosialisasi yang lebih kuat harus dilakukan agar manfaat program tersebut bisa dirasakan seluruh masyarakat, khususnya siswa di daerah terpencil.
Ia juga menyampaikan bahwa ada banyak hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah, bukan hanya pendidikan tetapi juga sektor kesehatan, pertanian, dan penguatan ekonomi rakyat melalui UMKM.
Poltisi Gerindra itu menyoroti pentingnya penyebaran informasi yang masif mengenai program sekolah gratis agar tidak hanya sebagian kecil warga yang mengetahui dan merasakannya. Ia mengingatkan bahwa pemerintah harus memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas pendidikan tanpa terkecuali.
“Program sekolah gratis sudah ada, tapi belum semua masyarakat tahu dan merasakannya. Sosialisasi perlu lebih masif agar manfaatnya benar-benar menyentuh siswa-siswi di berbagai daerah,” ungkapnya saat menyampaikan laporan hasil reses masa sidang II tahun 2025 di kantor DPRD Kaltim, Senin (4/8/2025).
Selain itu, dia juga menyampaikan pandangannya soal sektor kesehatan yang katanya bukan semata soal pembangunan fasilitas, melainkan akses yang adil untuk warga di berbagai daerah, terutama yang terpencil. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerataan kualitas hidup masyarakat.
“Kesehatan bukan hanya soal gedung, tapi juga akses. Warga di daerah terpencil harus dipastikan bisa mendapat layanan yang sama layaknya di kota,” ungkapnya.
Politisi dari Fraksi Gerindra itu juga menyinggung pentingnya dukungan nyata bagi petani dan nelayan. Dia menegaskan bahwa janji tanpa tindakan tidak akan membawa perubahan bagi kelompok tersebut yang merupakan tulang punggung ekonomi pangan lokal.
Ia juga menambahkan bahwa pencetakan sawah baru, pembangunan saluran irigasi, serta bantuan pupuk dan alat pertanian harus segera digencarkan demi menjaga ketersediaan pangan dan menopang kesejahteraan petani serta nelayan.
“Petani dan nelayan kita butuh dukungan nyata, bukan janji. Dengan bantuan yang tepat, mereka bisa mandiri dan memperkuat ekonomi pangan lokal,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan peran besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi ekonomi rakyat. Menurutnya, penguatan sektor ini menjadi kunci untuk memajukan ekonomi daerah secara menyeluruh.
“UMKM itu fondasi ekonomi rakyat. Kalau ingin ekonomi daerah bergerak, kita harus kuatkan sektor ini,” tuturnya.
Politisi Gerindra itu menegaskan bahwa aspirasi masyarakat sebaiknya tidak hanya menjadi laporan formalitas. Dia mengingatkan bahwa aspirasi tersebut merupakan amanat penting yang harus diperjuangkan agar pembangunan bisa merata hingga ke tingkat desa.
Ia berharap seluruh stakeholder terkait bisa bersinergi dengan program-program pemerintah agar tujuan pembangunan yang inklusif dapat tercapai. Ia juga mengajak masyarakat agar terus aktif menyampaikan kebutuhan dan permasalahan yang ada di daerah.
“Jangan sampai aspirasi masyarakat hanya menjadi laporan formalitas. Ini adalah amanat yang harus diperjuangkan demi pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa,” tegasnya. (adv-DPRD Kaltim/Salim)







