SAMARINDA – Rapat Paripurna ke-17 DPRD Kaltim kembali digelar dengan sejumlah agenda penting yang menandai tahap awal penyusunan arah pembangunan lima tahun ke depan. Rapat yang berlangsung di Ruang Utama Gedung B, Rabu (11/6/2025) tersebut, dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, didampingi Wakil Ketua Ananda Emira Moeis dan Yenni Eviliana.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam paripurna kali ini, mulai dari tanggapan Gubernur Kaltim atas pandangan umum fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RPJMD 2025–2029, penyampaian rekomendasi Pansus LKPJ Gubernur tahun 2024, hingga pembentukan panitia khusus pembahas usulan pokok-pokok pikiran DPRD dalam RKPD 2025.
Selanjutnya, dalam rekomendasi yang dibacakan Pansus LKPJ, dicatat bahwa arah pembangunan tahun 2024 dijalankan berdasarkan 4 tujuan, 11 sasaran, serta 55 program prioritas yang diukur dengan lebih dari 90 indikator. Namun, 2025 menjadi tahun penting karena merupakan masa transisi pemerintahan.
“Transisi ini menuntut penyesuaian arah kebijakan pembangunan jangka menengah dan panjang baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelas Agus Suwandy, juru bicara Pansus LKPJ.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mewakili Gubernur Kaltim, menyampaikan jawaban atas pandangan umum tujuh fraksi DPRD terkait isi dan arah kebijakan RPJMD. Ia menegaskan bahwa dokumen RPJMD merupakan instrumen penting dalam merancang pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sri juga menyampaikan penghargaan atas dukungan Pimpinan dan Anggota DPRD Kaltim terhadap peran serta kemitraan yang terjalin baik. Berkat hal tersebut, berbagai agenda kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Ia mengharapkan saran dan masukan melalui rekomendasi yang telah disusun oleh Tim Pansus LKPJ DPRD Kaltim, demi perbaikan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
“Rekomendasi dari DPRD Kaltim menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan, anggaran, dan peraturan daerah pada tahun ini maupun yang akan datang,” ujar Sri, menegaskan betapa krusialnya kolaborasi antar lembaga demi kesinambungan pembangunan di Bumi Etam. (adv/dprdkaltim)







